RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Tumpukan sampah di TPA Basirih bukan hanya soal bau dan pemandangan. Air lindi dari timbunan sampah juga menjadi sumber pencemaran lingkungan. Karena itu, saluran khusus untuk mengendalikan lindi terus dikebut.
Dinas PUPR Banjarmasin membangun saluran air lindi sepanjang 724 meter pada tahap awal. Hingga memasuki minggu kedelapan, progres pekerjaan pembangunan saluran air lindi sepanjang 824 meter lada tahap awal sudah mencapai 21,94 persen.
Kabid Cipta Karya dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Banjarmasin Hendra Maulana mengatakan, pembangunan saluran tersebut merupakan bagian dari sistem pengendalian lindi di TPAS Basirih.
“Tahap awal saluran air lindi difokuskan sepanjang 724 meter dari 1.967 meter,” ujarnya,.Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pekerjaan di lapangan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Bahkan, capaian progres melampaui target yang ditetapkan.
“Pekerjaan melampaui target kami sekitar 12 persen lebih cepat,” katanya.
Saluran tersebut berfungsi memisahkan air lindi dari air hujan. Dengan begitu, air limbah dari timbunan sampah tidak mudah merembes dan berpotensi mencemari aliran air tanah.
Pembenahan TPA Basirih tak berhenti pada saluran lindi. Pemko juga menyiapkan pemanfaatan lahan di sekitar TPA untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Kedepan sampah tidak sekadar ditampung dan dipilah, tetapi juga diolah. Tujuannya mengurangi volume sampah yang akhirnya masuk ke TPA.
“Tujuan kita memang sampahnya diolah di tengah. Kalau TPS, lebih kepada pemilahan lagi,” jelas Hendra.
Selain itu, PUPR membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) siring batu dan pagar area belakang dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga ditingkatkan melalui pembangunan kolam wetland dan sumur pantai dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung akhir November 2026.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri mengapresiasi progres pembangunan saluran air lindi tersebut. Namun, menurutnya, kecepatan pekerjaan harus dibarengi dengan kualitas dan fungsi infrastruktur.
“Kami mengapresiasi progres pembangunan saluran air lindi di TPA Basirih yang sudah mencapai 21,94 persen dan bahkan lebih cepat dari target. Namun, yang terpenting bukan hanya pekerjaan selesai tepat waktu, tetapi kualitas pembangunannya juga harus terjaga dan benar-benar berfungsi maksimal untuk mencegah pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Politisi Golkar tersebut menegaskan, penanganan sampah ke depan harus bergeser dari sekadar membuang sampah ke TPA menuju pengolahan yang lebih terpadu.
“Ke depan, penanganan sampah di Banjarmasin harus mulai bergeser dari sekadar membuang sampah ke TPA menuju sistem pengolahan yang lebih terpadu,” katanya.
DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal pembangunan infrastruktur di TPA Basirih, termasuk rencana TPST, agar berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.
Editor : Sutrisno