Banjarmasin Diguyur Hujan, Tapi Kabut Asap Karhutla Belum Hilang, Kasus ISPA Naik 37,7 Persen

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:00 WIB
MELINTASI JEMBATAN: Warga Kota Banjarmasin beraktivitas menggunakan masker di tengah paparan kabut asap Karhutla. Dinkes Kota Banjarmasin mencatat kasus ISPA dalam empat pekan terakhir meningkat hingga 37,7 persen.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
MELINTASI JEMBATAN: Warga Kota Banjarmasin beraktivitas menggunakan masker di tengah paparan kabut asap Karhutla. Dinkes Kota Banjarmasin mencatat kasus ISPA dalam empat pekan terakhir meningkat hingga 37,7 persen.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Hujan sempat mengguyur Kota Banjarmasin pada Jumat (25/9/2026) siang.
Namun, guyuran air belum serta-merta menghapus ancaman gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap karhutla.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin justru mencatat kasus ISPA terus melonjak dalam empat pekan terakhir, mencapai 2.580 kasus atau naik 37,7 persen.

Pada pekan ke-33, tercatat 1.874 kasus ISPA. Angka itu naik menjadi 2.127 kasus pada pekan ke-34.

Tren peningkatan berlanjut pada pekan ke-35 dengan 2.451 kasus. Puncaknya terjadi pada pekan ke-36, yakni mencapai 2.580 kasus.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah mengatakan peningkatan kasus mulai meningkat signifikan sejak akhir Juli hingga Agustus 2026.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari kabut asap akibat karhutla yang terjadi di wilayah sekitar Banjarmasin.

“Kalau kita lihat, kenaikan jumlah penderita ISPA di Banjarmasin terjadi sejak adanya karhutla, yang mayoritas berasal dari wilayah tetangga. Seperti Kabupaten Banjar dan Banjarbaru,” kata Yanuar, Sabtu (26/9/2026).

Meski begitu, Yanuar meminta masyarakat tidak panik. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat kualitas udara memburuk.

Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi.

Saat kabut asap pekat, masyarakat diimbau menutup pintu dan jendela rumah agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

“Langkah sederhana yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan,” imbaunya.

Selain perlindungan dari paparan asap, Dinkes mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Di antaranya rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih dan menjaga waktu istirahat.

Yanuar juga meminta warga tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

“Pemeriksaan medis segera sangat disarankan jika mengalami gejala. Seperti sesak napas, batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan fisik lainnya yang tidak kunjung membaik,” tegasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
kasus ISPA Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinas kesehatan banjarmasin diguyur hujan