RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kebiasaan masyarakat menggunakan jamban yang langsung mengarah ke sungai perlahan ingin diubah Pemerintah Kota Banjarmasin.
Warga diminta beralih ke sanitasi yang lebih layak agar limbah rumah tangga, termasuk buang air kecil dan air besar tidak lagi mencemari sungai.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan toilet umum dengan sistem sanitasi yang lebih aman.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR meresmikan toilet umum hasil CSR PAM Bandarmasih di kawasan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, Rabu (24/9/2026) petang. Toilet tersebut dibangun sebagai bagian dari penataan kawasan bantaran sungai.
Yamin menilai, keberadaan jamban yang langsung berada di sungai tidak hanya membuat lingkungan kurang tertata, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran.
Karena itu, pembangunan fasilitas sanitasi tidak cukup hanya menyediakan bangunan toilet.
Sistem pengelolaan limbahnya juga harus diperhatikan agar buangan tidak langsung masuk ke sungai.
“Kita akan pelan-pelan dengan masyarakat untuk bisa mengubah, tidak lagi MCK-nya itu yang langsung nyemplung ke sungai,” ujar Yamin.
Menurutnya, perubahan kebiasaan tersebut membutuhkan proses. Kecamatan, kelurahan, hingga perangkat lingkungan akan dilibatkan untuk menyosialisasikan pentingnya sanitasi yang layak kepada masyarakat.
Terlebih, kehidupan warga Banjarmasin yang sejak lama dekat dengan sungai membuat kebiasaan menggunakan jamban sungai tidak mudah diubah dalam waktu singkat.
Yamin berharap penataan sanitasi tidak berhenti di Sungai Baru. Secara bertahap, konsep serupa dapat dilanjutkan di kawasan lainnya. Termasuk wilayah Sungai Kelayan yang tak luput dari sorotan.
Selain itu, penataan sungai juga diarahkan agar tidak hanya menyelesaikan persoalan sanitasi.
Jika memungkinkan, nantinya dapat ditata menjadi ruang yang lebih baik sekaligus mendukung fungsi penampungan atau retensi air.
“Tidak lagi dibangun di bantaran sungai toiletnya, kita taruh ke tengah, kita buat yang lebih bagus sanitasinya dan pengelolaan limbahnya supaya aman,” katanya.
Pemko juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Fasilitas sanitasi di Sungai Baru menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut.
Yamin berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat sehingga pembangunan sanitasi layak bisa diperluas ke kawasan lain.
Di sisi lain, Yamin mengingatkan pembangunan fasilitas sanitasi harus diikuti pemeliharaan.
Jangan sampai toilet sudah dibangun menggunakan anggaran pemerintah, tetapi kemudian tidak berfungsi.
Ia meminta perangkat daerah memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Jangan asal bangun saja. Tentunya harus diperhatikan dalam proses pembuatannya. Banyak yang sudah dibikin tapi tidak berfungsi, banyak yang sudah dibikin tapi tidak maksimal. Harus dijaga, harus dirawat,” tegasnya.
274 WC SEHAT
Selain mengandalkan kolaborasi melalui CSR, Pemko Banjarmasin juga menjalankan program sanitasi melalui suntikan anggaran pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan tahun ini Pemko mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi sekitar Rp2,3 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan 200 WC yang tersebar di empat kelurahan.
Masing-masing 50 unit di Basirih, Mantuil, Murung Raya dan satu kawasan lainnya yang masuk dalam program sanitasi.
Selain itu, terdapat 50 unit pekerjaan penyambungan ke WC komunal yang sudah tersedia. Kemudian pembangunan sekitar 24 unit WC yang dilengkapi sistem biofilter.
“Jadi total yang dikerjakan tahun ini itu 274 untuk WC sehat yang ada di Kota Banjarmasin dari PUPR,” kata Chandra.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengubah jamban yang belum memenuhi standar sanitasi menjadi fasilitas yang lebih layak.
Sistem biofilter juga menjadi bagian penting. Limbah tidak langsung dibuang ke lingkungan, tetapi terlebih dahulu melalui proses penyaringan.
Chandra mengatakan seluruh pekerjaan DAK sanitasi saat ini sudah berjalan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola bersama kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Pekerjaan ditargetkan rampung sekitar November mendatang. “Harapannya tentunya dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa selesai, November-an lah, tutupnya.
Editor : Arif Subekti