RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Banjarmasin, Rabu (23/9/2026) pagi.
Asap karhutla terasa pekat sejak pagi dan mengganggu aktivitas warga yang mulai beraktivitas di luar rumah.
Bukan hanya pandangan yang terasa terbatas. Bau asap juga menyengat di sejumlah kawasan. Kondisi ini salah satunya dirasakan Muhammad Fudail, warga Kuin Utara, saat berangkat bekerja.
“Pagi ini asapnya sangat pekat. Bau asap juga menyengat dan jarak pandang terasa terbatas,” ujarnya.
Kondisi udara yang buruk tersebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Jefri Fransyah.
Ia menyebut, berdasarkan pemantauan kualitas udara di Stasiun Kayu Tangi, kondisi udara pagi itu berada pada level yang perlu diwaspadai.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 07.00 Wita menunjukkan konsentrasi partikulat PM10 mencapai 1.556.
Angka tersebut masuk kategori hitam berbahaya. Tingginya konsentrasi PM10 menunjukkan banyaknya partikulat pencemar yang berada di udara dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Memang kondisinya seperti itu. Berdasarkan data ISPU di Kayu Tangi pukul 07.00 Wita, PM10 berada di angka 1.556,” kata Jefri.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Terlebih, kabut asap terasa pekat sejak pagi dengan bau yang cukup menyengat.
Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, kondisi udara tersebut menjadi tantangan tersendiri. Selain mengurangi kenyamanan, paparan udara tercemar juga perlu diantisipasi, terutama oleh kelompok yang rentan.
Kabut asap kembali menjadi perhatian setelah kualitas udara Banjarmasin sebelumnya beberapa kali memburuk akibat dampak karhutla. Pemantauan kualitas udara pun menjadi penting untuk menentukan langkah perlindungan masyarakat.
Editor : Sutrisno