ISPU Banjarmasin Tembus 859, PJJ Diperpanjang hingga 23 September

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 16:27 WIB

 

PJJ: Pelajar kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah kualitas udara Banjarmasin memburuk. PJJ diperpanjang hingga 23 September. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
PJJ: Pelajar kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah kualitas udara Banjarmasin memburuk. PJJ diperpanjang hingga 23 September. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kualitas udara Banjarmasin kembali memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan menembus angka 859, Minggu (20/9/2026) pukul 06.00 WITA. Kondisi itu membuat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diperpanjang.

Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin memberlakukan PJJ bagi seluruh satuan pendidikan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (21-23/9/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berada pada kondisi berbahaya.

Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, tingginya ISPU berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, terutama anak usia sekolah.

“Dengan angka ISPU yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, khususnya pada anak usia sekolah,” ujar Ryan.

PJJ Jangan Bebani Siswa

Ryan menjelaskan, keputusan memperpanjang PJJ bukan hanya kebijakan Disdik Banjarmasin. Langkah tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Dampak Karhutla Kota Banjarmasin.

Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menentukan langkah menghadapi kondisi udara yang kembali memburuk sekaligus mengurangi risiko paparan terhadap peserta didik.

Meski siswa kembali belajar dari rumah, sekolah diminta tidak menjadikan PJJ sebagai beban tambahan bagi peserta didik maupun orang tua.

“Kami juga menekankan agar pelaksanaan PJJ dilakukan secara bijak. Selain itu juga adaptif dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua,” katanya.

Disdik menyadari kebijakan tersebut kembali mengganggu pembelajaran tatap muka yang sebelumnya sempat berjalan. Namun, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama.

“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak. Namun keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Ryan.

Selama PJJ, setiap satuan pendidikan tetap diminta memastikan proses belajar berjalan. Guru dan sekolah diharapkan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik selama berada di rumah.

Kualitas Udara Terus Dipantau

Disdik Banjarmasin akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Pola pembelajaran dapat kembali disesuaikan apabila kondisi udara menunjukkan perbaikan signifikan.

Pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka setelah masa PJJ berakhir pada Rabu (23/9/2026).

“Kami mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi imbauan. Kemudian memastikan proses belajar tetap berjalan dengan baik meskipun dalam keterbatasan,” pungkas Ryan. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
PJJ Banjarmasin kualitas udara Banjarmasin ISPU Banjarmasin 859 karhutla Banjarmasin sekolah PJJ Banjarmasin