Pemko Banjarmasin Tiadakan Perayaan Meriah Hari Jadi ke-500

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 00:45 WIB

 

DITIADAKAN: Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR mengumumkan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. (Foto: Instagram @pemko_banjarmasin)
DITIADAKAN: Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR mengumumkan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. (Foto: Instagram @pemko_banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memutuskan meniadakan kegiatan hiburan dan kemeriahan dalam peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Keputusan tersebut diumumkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR melalui akun resmi Pemko Banjarmasin, @pemko_banjarmasin, Rabu (16/9/2026) malam.

Yamin mengakui keputusan itu bukan perkara mudah. Apalagi, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut momentum lima abad Kota Banjarmasin.

Namun, rangkaian musibah dan kondisi yang terjadi belakangan membuat Pemko Banjarmasin mempertimbangkan kembali pelaksanaan perayaan yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kami Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Tahun Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan,” ujarnya.

Sejumlah kondisi menjadi pertimbangan. Mulai gempa bumi yang berdampak terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel).

Karhutla juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin. Gangguan pernapasan mulai dirasakan warga, termasuk pelajar dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Banjarmasin juga tengah menghadapi persoalan surutnya air sungai dan peningkatan kadar garam. Kondisi itu diperparah kekeringan yang berdampak terhadap kebutuhan air bersih.

Menurut Yamin, persoalan tersebut bukan hanya menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dampaknya juga dirasakan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Pertimbangan lainnya adalah musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kecelakaan kapal tersebut masih menyisakan duka dan penantian bagi keluarga korban.

Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memang masih berlangsung pada pertengahan September. Pemko Banjarmasin sebelumnya juga menyiagakan dukungan bagi korban dan keluarga yang menunggu proses evakuasi. (Website Pemerintah Kota Banjarmasin)

“Ada keluarga yang sampai hari ini masih menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Peringatan 500 Tahun Tetap Berjalan

Peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak berarti peringatan lima abad Banjarmasin dibatalkan seluruhnya.

Yamin menegaskan, perjalanan 500 tahun Kota Banjarmasin tetap memiliki makna penting. Hanya saja, momentum bersejarah tersebut tahun ini akan diperingati tanpa kemeriahan seperti yang sebelumnya direncanakan.

Sebelum keputusan ini, Pemko memang telah menyiapkan rangkaian besar Hari Jadi ke-500. Pada Juli lalu, pemerintah kota bahkan menargetkan 500 kegiatan dengan melibatkan masyarakat, perusahaan, perbankan, organisasi, dan paguyuban. (ProKomPim Banjarmasin)

“Mungkin tahun ini kita tidak membuat sebuah perayaan 5 abad Kota Banjarmasin dengan kemeriahan seperti yang sudah kita bayangkan. Tapi, kita semua memperingatinya dengan sesuatu yang lebih berarti dan bermakna,” ucap Yamin.

Ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Yamin menyadari banyak pihak telah bekerja dan menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua keputusan ini,” katanya.

Di tengah berbagai kondisi tersebut, Yamin mengajak masyarakat mengarahkan perhatian kepada korban dan keluarga yang terdampak musibah.

Warga juga diajak mendoakan korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena untuk tidak merayakannya,” tuturnya.

Warganet Respons Keputusan Pemko

Keputusan Pemko Banjarmasin tersebut mendapat respons dari pengguna media sosial dalam unggahan resmi @pemko_banjarmasin.

Sejumlah komentar menyampaikan penghormatan terhadap keputusan tersebut. Peniadaan kemeriahan dinilai sebagai bentuk kepedulian di tengah berbagai musibah dan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Yamin pun mengajak warga menjadikan momentum lima abad Banjarmasin sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
KM Virgo Transport 8 Hari Jadi Banjarmasin ke-500 perayaan 500 tahun Banjarmasin pemko banjarmasin wali kota banjarmasin