Baru Dua Hari PTM, Asap Kembali Mengganas

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:30 WIB
Suasana SDN Pengambangan 5 Banjarmasin terlihat lengang. Siswa kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah kualitas udara Banjarmasin kembali masuk kategori bahaya.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Suasana SDN Pengambangan 5 Banjarmasin terlihat lengang. Siswa kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah kualitas udara Banjarmasin kembali masuk kategori bahaya.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Banjarmasin belum sempat berjalan normal. Baru dua hari diterapkan, siswa kembali harus belajar dari rumah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 September 2026.

Kebijakan itu diambil menyusul kualitas udara kembali memburuk akibat kabut asap karhutla. Bahkan, indeks kualitas udara pada Selasa (15/9) pukul 14.00 WITA mencapai angka 368 atau masuk kategori bahaya. Sebelumnya, PTM terbatas baru diberlakukan pada Senin (14/9). Saat itu, ISPU tercatat 114.

 mengatakan, kondisi kualitas udara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.

“Melihat kondisi kualitas udara pada 15 September pukul 14.00 WITA yang mencapai angka 368 atau kategori bahaya, maka pembelajaran kembali dilakukan secara jarak jauh,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama, Rabu (16/9/2026).

Dengan kondisi tersebut, seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Disdik Banjarmasin kembali menerapkan PJJ. Kebijakan berlaku untuk tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat (16–18/9).

Ryan mengatakan, keputusan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pembelajaran di wilayah terdampak asap karhutla.

Sekolah diminta menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kondisi udara. Pembelajaran tetap harus berjalan dari rumah melalui sistem daring sesuai mekanisme yang telah diterapkan sebelumnya.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama. Karena itu, pembelajaran tetap dilaksanakan, tetapi untuk sementara dilakukan dari rumah,” tegasnya.

Kebijakan ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap PTM yang baru berjalan dua hari. Disdik akan kembali melihat perkembangan kualitas udara sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat dilanjutkan setelah masa PJJ berakhir.

Sebelumnya, saat PTM terbatas diberlakukan, jam masuk siswa juga telah disesuaikan menjadi pukul 09.00 WITA. Siswa dengan penyakit penyerta atau komorbid diberikan pilihan untuk tetap mengikuti PJJ.

Kini, memburuknya kualitas udara membuat seluruh siswa kembali menjalani pembelajaran dari rumah. Kondisi tersebut menunjukkan pola pembelajaran di Banjarmasin masih sangat bergantung pada perkembangan kabut asap dan kualitas udara.

Disdik pun meminta satuan pendidikan tetap memastikan proses belajar mengajar berjalan selama PJJ, sembari memantau perkembangan kondisi udara di Kota Banjarmasin.(gmp)

Editor : M Oscar Fraby
Kabut Asap disdik pjj