Kekeringan Melanda, BPBD Banjarbaru Petakan Ada 27 Titik Alami Krisis Air Bersih

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:28 WIB
AIR BERSIH: BPBD Banjarbaru saat mendistribusikan air bersih di SDN 2 Guntung Manggis. (BPBD banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)
AIR BERSIH: BPBD Banjarbaru saat mendistribusikan air bersih di SDN 2 Guntung Manggis. (BPBD Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Dampak musim kemarau di Kota Banjarbaru kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendata sedikitnya 27 titik permukiman warga mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, menegaskan bahwa penanganan dampak kemarau tidak hanya berfokus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

‎“Terkait dampak kekeringan, kita tidak hanya menangani pemadaman karhutla, tetapi ada risiko kekeringan terhadap masyarakat. Saat ini tercatat ada 27 titik kekeringan yang disampaikan warga dan sudah kita tangani bersama,” kata Zaini saat dikonfirmasi Jumat (11/9).

‎Guna mengoptimalkan penanganan, BPBD telah memetakan wilayah rawan serta berkoordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarbaru.

‎Langkah konkrit yang diambil mencakup pendistribusian tandon dan suplai air bersih secara bertahap, terutama di wilayah yang mendesak seperti Kecamatan Cempaka.

‎Dalam operasionalnya, BPBD menggandeng PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar dan membuka kran-kran hidran untuk mempercepat pengisian armada tangki. 

‎Zaini memastikan seluruh pasokan air yang disalurkan tidak dipungut biaya.

‎“Layanan dan pendistribusian air bersih ini 100 persen gratis untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.

‎Ia mengimbau warga yang wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih untuk segera melapor melalui pengurus RT/RW atau pihak kelurahan setempat agar bantuan armada tangki dapat segera dijadwalkan.

 

Editor : Sutrisno
BPBD banjarbaru kekeringan