Embung Banjarmasin Tak Kunjung Jadi, Ananda Mendesak Solusi Air Baku

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:02 WIB

 

WAWANCARA: Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda mendorong pembangunan embung untuk memperkuat cadangan air baku menghadapi ancaman kemarau ekstrem. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
WAWANCARA: Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda mendorong pembangunan embung untuk memperkuat cadangan air baku menghadapi ancaman kemarau ekstrem. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Ancaman krisis air baku akibat kemarau ekstrem kembali memunculkan desakan pembangunan embung di Banjarmasin. Infrastruktur tersebut dinilai penting sebagai solusi permanen untuk memperkuat cadangan air baku ketika debit sungai menurun.

 

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda mengatakan, persoalan berkurangnya pasokan air baku tidak cukup hanya ditangani melalui rekayasa distribusi. Pemerintah kota bersama PAM Bandarmasih perlu menyiapkan solusi jangka panjang agar pelayanan air bersih tidak terus terganggu setiap kemarau.

Ananda mengaku telah membicarakan persoalan tersebut dengan Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi.

“Ke depannya kita harus cari solusi permanen. Dan harus dipikirkan untuk serius membuat embung, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” ujarnya usai menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS), belum lama tadi.

Menurut Ananda, pembangunan embung sebenarnya bukan gagasan baru. Rencana tersebut bahkan sudah dibicarakan ketika dirinya masih menjadi anggota DPRD Banjarmasin.

“Sudah, sejak aku di DPRD Banjarmasin pembahasan mengenai pembangunan embung sudah ada juga. Tapi ya kenapa tidak jadi-jadi,” katanya.

Dorongan merealisasikan embung kembali menguat ketika Banjarmasin menghadapi kemarau dan debit sumber air baku menurun. Rendahnya debit sungai juga meningkatkan risiko intrusi air laut yang dapat menaikkan kadar garam pada sumber air baku.

PAM Maksimalkan Sumber Air Baku

Di tengah kondisi tersebut, PAM Bandarmasih menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan.

Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi mengatakan, perusahaan memaksimalkan sumber air baku yang tersedia, memantau kualitas air, melakukan rekayasa distribusi, serta mengoptimalkan proses blending air baku.

Mobil tangki air bersih gratis juga disiagakan untuk membantu warga di kawasan yang terdampak penurunan pelayanan.

“Yang kami lakukan bukan hanya menangani kondisi hari ini. Di lapangan kami terus mencari dan mengoptimalkan sumber yang tersedia, sekaligus menyiapkan langkah agar persoalan air baku ini dapat diantisipasi secara lebih permanen,” ungkap Zulbadi, Senin (7/9/2026).

Pipa 800 Milimeter Disiapkan

Untuk solusi jangka panjang, PAM Bandarmasih menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung. Salah satunya pemasangan pipa air baku berdiameter 800 milimeter dari Pematang Panjang, Kabupaten Banjar, menuju IPA 2.

Selain pipa, pembangunan embung atau bak prasedimentasi juga masuk dalam rencana. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan sekaligus cadangan air baku ketika kemarau kembali menekan debit sungai.

Rencana itu telah dibahas bersama pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.

Namun, Zulbadi mengakui pembangunan infrastruktur jangka panjang membutuhkan sejumlah tahapan, mulai perencanaan dan koordinasi hingga pembiayaan serta konstruksi.

“Solusi jangka panjang ini memang membutuhkan proses, mulai dari perencanaan, koordinasi, pembiayaan hingga pembangunan. Tetapi ini yang sedang kami dorong, agar ke depan pelayanan tidak hanya bergantung pada kondisi sumber air baku saat musim kemarau,” pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
Embung Banjarmasin Krisis air baku Air baku Banjarmasin Kemarau ekstrem Banjarmasin PAM Bandarmasih