Hadapi Karhutla dan Kemarau, Rumah siaga, Serta Logistik Relawan Disiapkan

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:25 WIB
Kebakaran lahan di Banjarmasin. Menghadapi potensi kebakaran lahan di Banjarmasin, PMI mulai menyiapkan pasokan air dan logistik untuk mendukung penanganan di lapangan.(Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)
Kebakaran lahan di Banjarmasin. Menghadapi potensi kebakaran lahan di Banjarmasin, PMI mulai menyiapkan pasokan air dan logistik untuk mendukung penanganan di lapangan.(Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin. Tak hanya menyiapkan personel, PMI juga mulai memperkuat ketersediaan air untuk menghadapi karhutla dan dampak kemarau panjang.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarmasin, Endani Kastien mengatakan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan PMI Provinsi Kalimantan Selatan terkait penguatan peran PMI dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, peran pemerintah dan PMI dalam kegiatan kepalangmerahan telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018.

“Banyak agenda kerja keras yang harus kami jalankan di sini. Apalagi saat ini kita menghadapi dampak dari karhutla,” ujar Endani, Kamis (3/9/2026).

Ia menyebutkan, ada tiga agenda yang menjadi prioritas awal. Salah satunya menyangkut persoalan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus air untuk mendukung proses pemadaman karhutla.

“Pertama terkait masalah air bersih dan air untuk pemadaman karhutla tadi, sesuai instruksi dari provinsi,” katanya.

Endani yang juga menjabat Direktur Utama Perumda PALD Banjarmasin itu menjelaskan, persoalan air menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Terlebih, kondisi kemarau panjang dapat meningkatkan risiko kebakaran sekaligus menyulitkan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

Karena itu, PMI telah menyiapkan tangki air serta membangun koordinasi dengan PAM Bandarmasih. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat dukungan air ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

“Tangki air dapat membantu penyediaan air pada pemadaman karhutla serta pengiriman air untuk kebutuhan harian relawan dan warga terdampak,” jelasnya.

Tak hanya air, PMI juga mulai mempersiapkan kebutuhan logistik. Stok cadangan konsumsi disiapkan untuk memastikan kebutuhan relawan maupun masyarakat yang terdampak bencana tetap terpenuhi.

“Kami juga menyiapkan buffer stock untuk kesiapan konsumsi bagi relawan dan korban terdampak,” katanya.

Selain itu, PMI Banjarmasin menyiapkan rumah siaga bencana. Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan tempat perlindungan.

Endani menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Koordinasi dan persiapan sejak dini menjadi kunci agar penanganan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

“Jadi kita persiapkan dari sekarang. Ketika kondisi darurat terjadi, kita sudah siap bergerak,” pungkas Endani.

Editor : Arif Subekti
ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kota banjarmasin palang merah indonesia