Asap Pekat Ancam Siswa, DPRD Banjarmasin Usulkan Jam Masuk Sekolah Digeser

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:30 WIB
SEKOLAH: Sejumlah siswa salah satu sekolah di kawasan Sungai Lulut mengenakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap yang mulai pekat pada pagi hari.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
SEKOLAH: Sejumlah siswa salah satu sekolah di kawasan Sungai Lulut mengenakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap yang mulai pekat pada pagi hari.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kabut asap yang mulai pekat pada pagi hari menjadi perhatian DPRD Kota Banjarmasin.

Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama siswa yang harus beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Gerindra, Hari Kartono, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) mempertimbangkan penggeseran jam masuk sekolah jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum diterapkan.

Menurutnya, kabut asap saat ini cukup pekat sejak pagi dan baru mulai berkurang sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 Wita. Karena itu, siswa sebaiknya tidak langsung beraktivitas di luar rumah pada saat kondisi asap sedang tebal.

“Saya sudah meminta kepada Disdik, kalau misalnya belum menerapkan PJJ, jam masuk sekolah bisa digeser. Melihat kondisi saat ini, kabut asap cukup pekat pagi hari,” ujarnya.

Hari mengatakan, pengunduran jam masuk sekolah bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa, tetapi waktunya disesuaikan dengan kondisi udara.

“Jam masuk sekolah dimundurkan, sehingga siswa tetap belajar seperti biasa,” katanya.

Selain meminta penyesuaian jam sekolah, Hari juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker.

“Dengan kondisi kabut asap yang mulai pekat, masyarakat harus menjaga kesehatan. Kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker,” imbaunya.

Khusus bagi siswa, ia meminta penggunaan masker menjadi perhatian. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan maupun saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Bagi siswa, diharapkan selalu mengenakan masker,” pungkasnya.

Radar Banjarmasin telah mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, terkait usulan penggeseran jam masuk sekolah tersebut. Namun, hingga berita ini tayang, yang bersangkutan belum memberikan respons. 

Editor : Sutrisno
Kabut Asap banjarmasin