Jembatan Saka Harang Ambruk, Jembatan Darurat Mulai Dirakit di Tembus Mantuil Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:28 WIB
DIRAKIT: Personel Denzipur 8/GM merakit jembatan darurat tipe Kompak di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Senin (31/8). Jembatan sepanjang sekitar 30 meter itu disiapkan untuk memulihkan sementara akses warga pascaambruknya Jembatan Saka Harang. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
DIRAKIT: Personel Denzipur 8/GM merakit jembatan darurat tipe Kompak di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Senin (31/8). Jembatan sepanjang sekitar 30 meter itu disiapkan untuk memulihkan sementara akses warga pascaambruknya Jembatan Saka Harang. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemulihan akses pascaambruknya Jembatan Saka Harang di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, mulai dipercepat. Jembatan darurat sepanjang sekitar 30 meter mulai dirakit sejak Senin (31/8).

Personel Denzipur 8/GM bersama pihak terkait memasang jembatan tipe Kompak untuk menghubungkan kembali akses warga yang sempat terputus.

Konstruksi sementara tersebut terdiri dari 10 petak dengan panjang sekitar 3,05 meter per panel. Jembatan dirancang bisa dilalui motor dan mobil, tetapi kendaraan dibatasi dengan tonase maksimal 5 ton.

Danki Bantuan Denzipur 8/GM Kodam XXII/Tambun Bungai, Kapten CZI Indra Pratama mengatakan material jembatan didatangkan dari satuan Denzipur 8/GM di Banjarbaru pada malam sebelum pemasangan. “Mulai pagi tadi, Alhamdulillah bisa kita laksanakan pemasangan. Ini Jembatan Kompak, rencana pemasangan sebanyak 10 petak,” ujar Indra di lokasi.

Menurutnya, jembatan menggunakan konfigurasi tipe 2-1 atau dua lapis panel untuk meningkatkan kemampuan menahan beban. Pemasangan dilakukan dari sisi tepi hingga menuju sisi seberang.

Setelah konstruksi utama tersambung, petugas akan melanjutkan pemasangan bagian lantai jembatan. “Kita upayakan secepat mungkin untuk pekerjaan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan,” katanya.

Panjang jembatan sekitar 30 meter dipilih dengan mempertimbangkan kondisi oprit di kedua sisi yang mengalami keretakan. Karena itu, konstruksi tidak hanya menutup bentang jembatan lama, tetapi juga menjangkau bagian tepi yang dinilai lebih aman.

Indra menjelaskan, Jembatan Kompak merupakan konstruksi standar satuan Zeni yang dapat digunakan dalam berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Ini bentuknya bukan jembatan permanen. Jadi sementara,” jelasnya.

Jembatan darurat tersebut diharapkan segera memulihkan mobilitas warga sembari menunggu penanganan permanen. Jalur ini juga menjadi akses penting untuk aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan pemasangan jembatan darurat merupakan tindak lanjut koordinasi Pemko Banjarmasin dengan Denzipur. “Sesuai yang dijanjikan Pak Wali Kota, kemarin kita koordinasi dengan Denzipur untuk perakitan jembatan ini. Insya Allah selesai besok,” katanya. Selama proses pemasangan, masyarakat masih memanfaatkan transportasi kapal sebagai akses alternatif.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri menilai percepatan pemasangan jembatan darurat penting karena jalur tersebut menjadi akses bagi sejumlah kawasan. Menurutnya, jalan tersebut tidak hanya digunakan warga sekitar, tetapi juga menjadi akses menuju sejumlah perusahaan dan sekitar 12 RT. Jalur itu juga memiliki konektivitas menuju Aluh-Aluh dan Kuin Kacil hingga arah Kabupaten Banjar.

Rosehan mengapresiasi respons cepat pemerintah dan Denzipur. Namun, ia meminta ambruknya Jembatan Saka Harang menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi jembatan lama lainnya. Ia mendorong pemerintah kota dan provinsi menginventarisasi jembatan yang masih menggunakan konstruksi kayu ulin dan berpotensi mengalami kerusakan. “Lebih bagus terinventarisir lebih awal, sehingga penanganan-penanganan bisa ditindaklanjuti untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan seperti ini,” tegasnya.

Menurut Rosehan, evaluasi tidak cukup dilakukan di Banjarmasin Selatan, tetapi juga perlu menyasar jembatan-jembatan di kawasan lain yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Polisi Bantu Perahu Penyeberangan Gratis

Putusnya akses Jembatan Mantuil di Banjarmasin Selatan mendapat perhatian serius dari Polresta Banjarmasin. Untuk menjaga mobilitas tetap berjalan, polisi menyiapkan layanan perahu penyeberangan gratis bagi masyarakat yang terdampak.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan layanan tersebut disiapkan terutama untuk membantu pekerja, pelajar, dan warga yang sehari-hari bergantung pada akses Jembatan Mantuil. “Ini bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat. Kami siapkan perahu untuk menyeberangkan orang dan kendaraan roda dua secara gratis, sampai kondisi jembatan kembali normal,” ujar Riza, Senin (31/8).

DIRAKIT: Personel Denzipur 8/GM merakit jembatan darurat tipe Kompak di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Senin (31/8). Jembatan sepanjang sekitar 30 meter itu disiapkan untuk memulihkan sementara akses warga pascaambruknya Jembatan Saka Harang. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
DIRAKIT: Personel Denzipur 8/GM merakit jembatan darurat tipe Kompak di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Senin (31/8). Jembatan sepanjang sekitar 30 meter itu disiapkan untuk memulihkan sementara akses warga pascaambruknya Jembatan Saka Harang. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

Menurutnya, layanan penyeberangan akan terus diberikan selama Jembatan Mantuil belum bisa dilalui secara normal. “Ini wujud kepedulian Polri yang sinergi bersama Pemerintah Kota serta jajaran TNI terhadap kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Selain menyediakan perahu, Polresta Banjarmasin menyiagakan personel Satpolairud dan Polsek Banjarmasin Selatan di lokasi. Personel bertugas membantu kelancaran penyeberangan sekaligus memastikan keamanan warga selama menggunakan layanan tersebut. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap beraktivitas sembari menunggu akses Jembatan Mantuil kembali normal.(van/lan/az/dye)

Pemulihan Sementara Jembatan Saka Harang 

Jembatan Darurat Mulai Dipasang
* Lokasi: Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan 
* Perakitan dimulai Senin, 31 Agustus 2026 
* Dikerjakan personel Denzipur 8/GM bersama pihak terkait 

Spesifikasi Jembatan Darurat
* Tipe: Jembatan Kompak 
* Panjang: sekitar 30 meter 
* Terdiri dari 10 petak 
* Panjang tiap panel: sekitar 3,05 meter 
* Konfigurasi: 2-1 atau dua lapis panel 
* Bersifat sementara, bukan jembatan permanen 

Kendaraan yang Bisa Melintas
* Motor: Bisa 
* Mobil: Bisa 
* Batas maksimal tonase: 5 ton 
* Pembatasan dilakukan demi keamanan konstruksi 

Target Pemasangan
* Jembatan ditargetkan selesai Selasa (1/9) 
* Pemasangan tetap memperhatikan kondisi oprit yang mengalami keretakan 
* Setelah rangka tersambung, dilanjutkan pemasangan lantai jembatan 

Selama Jembatan Dipasang
* Warga masih menggunakan kapal penyeberangan 
* Polisi menyediakan perahu gratis 
* Bisa digunakan untuk warga dan motor 

Polresta Banjarmasin Ikut Bantu
* Menyiapkan perahu penyeberangan gratis 
* Menargetkan pekerja, pelajar, dan warga terdampak 
* Menyiagakan personel Satpolairud 
* Personel Polsek Banjarmasin Selatan ikut mengamankan lokasi 

Jalur Ini Sangat Penting
* Melayani aktivitas warga sekitar. 
* Menjadi akses menuju sejumlah perusahaan. 
* Menghubungkan sekitar 12 RT. 
* Memiliki konektivitas menuju Aluh-Aluh. 
* Terhubung ke Kuin Kacil hingga arah Kabupaten Banjar. 
* Mendukung aktivitas pendidikan dan ekonomi warga. 

Editor : Arief M
Sumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak
jembatan berita Banjarmasin Infrastruktur