RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Ujian petugas kebersihan di Kota Banjarmasin kini bertambah. Selain harus berhadapan dengan debu dan kotoran jalanan yang sudah pasti, mereka tetap harus bekerja di bawah terpaan kabut asap yang belakangan menyelimuti sejumlah kawasan.
Salah satunya dirasakan Lisna (31), penyapu taman di kawasan Taman Kamboja Banjarmasin.
Ia mengaku kabut asap membuat aktivitas bekerja menjadi kurang nyaman. Terutama karena mulai merasakan perih pada mata.
“Mata perih, penglihatan yang jadi perih saat bekerja,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Lisna mengatakan, kabut asap membuat dirinya dan rekan-rekan terkadang mengubah waktu mulai bekerja.
Jika biasanya aktivitas menyapu dimulai sejak pukul 07.00 atau 08.00 Wita, saat kabut cukup pekat mereka memilih menunggu hingga kondisi sedikit membaik.
“Sekarang paling agak siangan saja, jam 9. Biasanya jam 7 atau jam 8,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan kabut asap saat bekerja di ruang terbuka.
Tantangan petugas kebersihan pun menjadi berlipat. Setelah setiap hari menghadapi debu jalanan, mereka kini harus bekerja di tengah kabut.
“Debu tambahannya kabut lagi,” ucap Lisna.
Ia mengaku sudah mendapat imbauan dari dinas untuk menggunakan masker selama bekerja.
Berbeda dengan Lisna, petugas penyapu jalan lainnya, Rizki (28), mengaku kabut yang dirasakan di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basry atau Kayutangi belum terlalu mengganggu aktivitasnya.
Rizki bertugas menyapu jalan selama empat jam, dengan jadwal kerja normal mulai pukul 04.00 hingga 08.00 Wita.
Menurutnya, tantangan yang selama ini lebih sering dihadapi justru debu dan partikel kecil di jalanan.
“Kalau mata sudah biasa. Lebih parah lagi malah debunya di jalan,” terangnya.
Meski demikian, ia mengaku biasanya tetap menggunakan masker ketika bekerja.
Rizki menilai kabut yang muncul di kawasan tempatnya bekerja pada pagi hari belum terlalu mencolok.
Ia bahkan menyebut sebagian kondisi yang terlihat menyerupai embun pada musim kemarau.
“Kalau di daerah Kayutangi tempat aku kerja tidak terlalu mencolok. Kalau pagi subuh memang kabut, tapi rasanya lebih seperti embun kemarau,” ungkapnya.
Namun, kondisi tersebut berbeda dengan kawasan lain yang dilaporkan mulai merasakan dampak kabut asap lebih kuat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengingatkan seluruh petugas kebersihan agar tetap memperhatikan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.
Ia meminta petugas yang bekerja pada malam hingga pagi hari menggunakan masker.
“Kabut asap. Jadi pada saat kalian bekerja, ada yang bekerja di tengah malam, ada yang bekerja subuh, ada yang bekerja pagi, tolong pakai masker,” tegasnya.
Menurut Tezar, sapaan Ichron Muftezar, kesehatan petugas menjadi hal penting karena pekerjaan mereka berpengaruh langsung terhadap kebersihan kota.
Satu petugas yang tidak dapat bekerja bahkan dapat berdampak pada satu ruas jalan yang tidak tersapu.
“Kalian harus sehat. Kalau sakit, maka akan ada satu ruas jalan mungkin dalam radius 100 sampai 150 meter yang tidak tersapu pada hari itu,” katanya.
Ia berharap para petugas kebersihan tetap menjaga kesehatan dan semangat bekerja.
Sebab, di tengah kabut asap dan kondisi musim kemarau, pekerjaan menyapu jalanan tetap harus berjalan setiap hari.