RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin sejak Selasa (25/8) malam. Bau gosong tercium, dan sebagian warga mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga Banjarmasin Utara, Yasir mulai mencium bau gosong yang diduga berasal dari kiriman asap akibat karhutla. “Sekarang harus pakai masker. Ketika menghirup udara sudah mulai terasa bau bekas kabut asap. Seperti memang kiriman dari dampak karhutla, karena baunya bau gosong seperti tanaman dan tumbuhan yang terbakar,” ujarnya, Rabu (26/8).
Menurut Yasir, kondisi tersebut masih terasa hingga Rabu pagi. Kabut asap kemudian cenderung menipis pada sore hari, meski ketebalannya berubah-ubah. “Kadang cukup terlihat pekat, dan kadang sangat tipis. Tidak bisa diprediksi, tiba-tiba terlihat saja. Kalau malam jelas (terlihat, red), karena kena sorotan lampu,” katanya.
Asap dari kebakaran di wilayah tetangga berpotensi terbawa angin, dan memengaruhi kualitas udara Banjarmasin. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Kayu Tangi pada 22 Agustus 2026 pukul 07.00 Wita tercatat 79. Angka tersebut masuk kategori sedang, yakni 51-100.
Pada kategori ini, kualitas udara secara umum masih dapat diterima. Namun, kelompok sensitif terhadap pencemaran udara berpotensi mulai merasakan dampaknya. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan asma atau gangguan pernapasan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR sebelumnya telah menerbitkan surat edaran untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/1528/TL-DLH/IVII/2026, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis maupun penyakit jantung.
“Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan memperbanyak konsumsi air putih,” ujar Yamin.
Warga juga diminta mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menutup ventilasi rumah atau kantor, serta menggunakan penyaring udara jika tersedia.
Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, sakit tenggorokan atau pusing, warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemko juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah. Jika menemukan lahan terbakar, warga diminta segera melaporkannya melalui call center 112.
Di sektor pendidikan, Pemko meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyesuaikan jam belajar atau membatasi kegiatan di lingkungan satuan pendidikan apabila kualitas udara memburuk.(van/az/dye)
Editor : Arief MSumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak