RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ancaman kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih diantisipasi serius. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banjarmasin kini menempatkan petugas untuk berjaga selama 24 jam penuh. Penjagaan intensif tersebut telah berlangsung sekitar sepekan. Langkah preventif ini dilakukan selama musim kemarau, untuk mencegah kebakaran kembali terjadi di kawasan TPA.
Kepala Damkarmat Banjarmasin, Hendro mengatakan penjagaan tidak menutup kemungkinan dilakukan hingga musim kemarau berakhir. “Sudah seminggu ini untuk menjaga potensi kebakaran lahan,” ujarnya, Senin (24/8).
Menurut Hendro, kondisi material sampah yang panas dan kering menjadi salah satu potensi yang perlu diwaspadai. Percikan maupun gesekan pada timbunan sampah dikhawatirkan memicu api. “Takutnya kalau ada percikan atau gesekan-gesekan daripada sampah itu sendiri. Kan panas,” jelasnya.
Selain mencegah api, petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap warga. Asap dari pembakaran sampah dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat. “Yang penting itu jangan sampai terjadi kebakaran. Karena asapnya itu mengganggu kesehatan,” katanya.
Hendro menjelaskan, tidak ada penanganan khusus terhadap material di dalam TPA. Fokus Damkarmat saat ini adalah melakukan pengawasan dan memastikan api dapat segera ditangani jika muncul.
Penjagaan dilakukan dengan sistem piket dan pergantian regu. Setiap giliran disiapkan satu unit mobil tangka, serta tiga hingga empat personel. “Yang pasti kami melakukan penjagaan intensif saja, supaya jangan terjadi kebakaran,” ujarnya.
Kewaspadaan ini dilakukan setelah TPA Basirih sempat terbakar pada Senin (10/8). Api awalnya membakar semak belukar sebelum merembet ke timbunan sampah. Berdasarkan laporan BPBD Kota Banjarmasin, area terdampak diperkirakan mencapai 0,95 hektare. Sebanyak 15 unit armada pemadam dikerahkan, dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.30 Wita.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Jefrie Fransyah membenarkan penjagaan Damkarmat merupakan langkah preventif setelah kejadian tersebut. “Itu langkah preventif kalau-kalau ada kejadian lagi. Karena kemarin apinya kecil, tapi cukup menjadi perhatian,” ungkapnya.
Menurut Jefrie, keberadaan petugas di lokasi penting agar api dapat segera ditangani sebelum membesar. Hingga kini, belum ada kejadian lanjutan setelah kebakaran 10 Agustus lalu. “Kalau ada kejadian, tidak sempat membesar kita bisa atasi. Tapi Alhamdulillah setelahnya sudah tidak ada kejadian lagi,” katanya.
Meski kondisi masih aman, Jefrie memastikan petugas tetap disiagakan di kawasan TPA Basirih. “Petugas kita minta tetap kita siagakan,” pungkasnya.(van/az/dye)
Editor : Arief M