Pedagang Bakso Tercebur di Proyek Gorong-gorong Banjarmasin

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:19 WIB

TERCEBUR: Pedagang bakso bersama gerobaknya tercebur saat melintas di akses proyek gorong-gorong Jalan Mandastana IV, Banjarmasin Timur. (Tangkap Layar Sosial Media)
TERCEBUR: Pedagang bakso bersama gerobaknya tercebur saat melintas di akses proyek gorong-gorong Jalan Mandastana IV, Banjarmasin Timur. (Tangkap Layar Sosial Media)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Pedagang bakso tercebur bersama gerobak dan dagangannya saat melintas di proyek gorong-gorong Jalan Mandastana IV, Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur. Insiden itu terekam kamera pengawas rumah warga dan kemudian beredar di media sosial.

 

Pedagang yang belum diketahui identitasnya tersebut tampak melintas menggunakan akses berupa papan kayu di atas area proyek. Saat gerobak didorong melintas, salah satu rodanya terperosok hingga papan kayu jebol.

Pedagang, gerobak, serta barang dagangannya kemudian jatuh ke area proyek. Sejumlah bakso dan perlengkapan dagangan ikut berhamburan.

Sisa bakso bahkan masih terlihat mengambang di sekitar lokasi hingga Jumat (21/8/2026).

Akses Proyek Diperkuat

Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan proyek gorong-gorong masih berlangsung. Spanduk pemberitahuan proyek terlihat terpasang di sisi kiri dan kanan jalan sebelum memasuki area pekerjaan.

Ketua RT setempat, Said Saleh, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan warga sekitar sebenarnya telah mengetahui kondisi akses di lokasi dan biasanya lebih berhati-hati ketika melintas.

“Memang ada musibah itu, mungkin tidak tahu situasi dan kondisi. Kalau warga di sini sering mau lewat hati-hati dan turun dari atas kendaraan untuk melintas pelan,” ujarnya.

Menurut Said, pedagang tersebut kemungkinan kurang memperhatikan kondisi akses ketika melintas menggunakan gerobaknya.

“Yang lewat mungkin kurang hati-hati. Musibah tukang bakso, kita sudah kasih pemberitahuan ke warga dan spanduk yang dipasang di lokasi,” katanya.

Said menjelaskan, proyek gorong-gorong tersebut merupakan pekerjaan Pemko Banjarmasin untuk mendukung pengendalian banjir. Saluran diperlebar karena kawasan itu kerap mengalami banjir.

“Karena banjir sudah menjadi langganan yang dialami warga,” jelasnya.

Dia mengatakan pekerjaan tersebut tetap diperlukan meski akses warga menjadi lebih terbatas selama proses pengerjaan.

PUPR Buka Opsi Ganti Rugi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya melalui Kabid Drainase Harwita Oktania membenarkan proyek tersebut merupakan pekerjaan Pemko Banjarmasin.

Harwita mengatakan proyek itu ditujukan untuk mencegah dan meminimalkan potensi banjir di kawasan tersebut.

Terkait kejadian pedagang bakso, Harwita menduga korban kurang melihat kondisi akses di depannya karena sedang membawa gerobak.

“Paman kira-kira kurang melihat, karena membawa gerobak mungkin tidak sadar apa kondisi di depan,” ujarnya.

Dia mengatakan pihak proyek sebelumnya telah memasang spanduk pemberitahuan. Masyarakat juga diarahkan tidak melintas di area tersebut dan menggunakan jalur alternatif.

Setelah kejadian, akses berupa papan kayu diperkuat dengan tambahan plat besi.

“Di atas papan kayu itu sekarang juga sudah ditambah plat besi setelah kejadian paman bakso itu,” katanya. 

PUPR juga membuka kemungkinan membantu mengganti kerugian yang dialami pedagang bakso tersebut.

“Kalau bisa cepat-cepat kita selesaikan, beritahukan pamannya insyaallah akan kami bantu ganti kerugiannya,” ungkap Harwita.

Namun, pekerjaan proyek masih harus melewati sejumlah tahapan. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan material precast yang membutuhkan proses pengangkutan ke lokasi.

“Proyek masih perlu melewati tahapan, karena rencananya pakai precast, membawanya memang agak sulit untuk masuk ke jalan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Pedagang bakso Banjarmasin Proyek gorong-gorong Banjarmasin Jalan Mandastana IV Pedagang bakso tercebur PUPR Banjarmasin