RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Ancaman kemarau dan kekeringan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menyiapkan pompa air untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian.
Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin kini menginventarisasi pompa air yang tersedia di masyarakat, baik bantuan pemerintah maupun milik pribadi.
Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui ketersediaan sarana, sekaligus memastikan pompa siap digunakan ketika kebutuhan air pertanian meningkat. “Kami minta kemarin agar pompa-pompa yang ada di masyarakat, termasuk bantuan ataupun kepemilikan pribadi, diinventarisasi,” ujarnya, Senin (17/8).
Saat ini, DKP3 Banjarmasin memiliki empat unit pompa portable yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian. Selain itu, terdapat dua pompa permanen di kawasan Sungai Lulut dan Tanjung Pagar.
Pompa tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi jika petani mulai kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Menurut Yuliansyah, kesiapan sarana pompa menjadi bagian dari dukungan pemerintah agar aktivitas pertanian tetap berjalan meski kondisi cuaca cenderung kering.
Wali Kota Banjarmasin, M Yamin HR meminta persoalan kemarau tidak baru ditangani setelah dampaknya dirasakan masyarakat. Menurut Yamin, kemarau merupakan siklus tahunan, sehingga seharusnya menjadi dasar dalam menyusun program dan waktu kerja pemerintah, termasuk terkait penyediaan air serta pengelolaan sungai. “Musim kemarau ini sering terjadi setiap tahun. Sebenarnya ini harus menjadi acuan dasar, setiap tahun itu kerjanya kapan, waktunya kapan,” katanya.
Yamin juga menyoroti meningkatnya kebutuhan air bersih saat kemarau. Karena itu, ia meminta perangkat daerah menyusun perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada target lima tahunan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. “Karena setiap tahun pasti ada kemarau, ada pendek, ada yang panjang. Kita berharap pemerintah menyesuaikan rencana kerja. Tidak hanya jangka lima tahun, tetapi jangka panjang,” tegasnya.
Ia meminta dinas terkait mengevaluasi kembali langkah antisipasi kemarau agar kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian dapat dipersiapkan lebih matang.
Bagi sektor pertanian, kesiapan pompa menjadi salah satu kunci agar lahan tetap mendapat pasokan air ketika sumber air mulai menyusut. Pemko Banjarmasin pun didorong tidak sekadar bersiap saat kemarau datang, tetapi membangun sistem antisipasi yang berjalan setiap tahun.
Antisipasi Kemarau Banjarmasin
6 Pompa Disiapkan :
* 4 pompa portable milik DKP3 Banjarmasin.
* 2 pompa permanen.
* Lokasi pompa permanen: Sungai Lulut dan Tanjung Pagar.
Sasarannya :
* Menjaga pasokan air ke lahan pertanian.
* Membantu petani saat sumber air mulai menyusut.
* Menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan selama kemarau.
Pompa Milik Warga Diinventarisasi :
* DKP3 mendata pompa yang tersedia di masyarakat.
* Termasuk pompa bantuan pemerintah.
* Juga pompa milik pribadi.
* Tujuannya memastikan sarana siap digunakan saat dibutuhkan.
Kemarau Jadi Siklus Tahunan :
* Kemarau terjadi setiap tahun.
* Durasi bisa pendek maupun panjang.
* Pemko diminta menjadikan siklus kemarau sebagai dasar perencanaan kerja.
Pesan Wali Kota M Yamin HR :
* Jangan menunggu dampak kemarau baru bertindak.
* Perencanaan air harus dilakukan lebih awal.
* Tidak hanya berorientasi pada target 5 tahunan.
* Perlu strategi jangka panjang.
Bukan Hanya untuk Pertanian :
* Kebutuhan air bersih masyarakat ikut meningkat saat kemarau.
* Pengelolaan sungai juga perlu diperhatikan.
* Antisipasi harus mencakup kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.