RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kemarau yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menjadi perhatian terhadap kelancaran distribusi bahan pokok ke Kota Banjarmasin.
Kondisi perairan yang surut berpotensi menghambat kapal logistik masuk membawa kebutuhan masyarakat.
Meski begitu, masyarakat diminta tidak khawatir. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin memastikan pasokan bahan pokok hingga kini masih dalam kondisi aman.
Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ignatius Rizki Perdana Salan mengakui, kemarau memang memberikan dampak terhadap distribusi. Terutama bagi kapal-kapal logistik yang mengandalkan jalur laut.
“Memang kondisi kemarau ini bisa menghambat kapal-kapal logistik untuk masuk ke Banjarmasin. Jadi secara volume pasokan memang ada beberapa komoditas yang agak berkurang,” ujar pria yang biasa disapa Thius ini, Minggu (16/6/2026) siang.
Namun, kondisi tersebut belum sampai mengganggu kebutuhan masyarakat. Menurut dia, jumlah komoditas yang beredar di pasaran masih mencukupi.
“Secara kualitas memang ada beberapa komoditas yang berkurang, tetapi jumlah komoditas masih tercukupi,” katanya.
Salah satu faktor yang membuat kondisi pasokan tetap terjaga adalah tersedianya sejumlah sumber alternatif. Tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah Kalsel, tetapi juga memanfaatkan sumber produksi lokal.
“Alternatif pasokan sudah banyak. Selain dari Jawa, kita juga memberdayakan sumber-sumber lokal,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Disperdagin menilai dampak kemarau terhadap harga kebutuhan pokok hingga saat ini belum terlalu signifikan.
Ia menyebut, perubahan harga tetap menjadi perhatian pemerintah. Terutama harga bahan pokok yang menjadi salah satu persoalan paling sensitif bagi masyarakat.
Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel terus dilakukan. Termasuk untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan distribusi yang lebih besar akibat kondisi kemarau.
“Sejauh ini kita masih terus koordinasi dengan provinsi. Terkait perubahan harga ini kan sensitif ke masyarakat,” tuturnya.
Disperdagin juga terus memantau perkembangan pasokan dan harga di lapangan. Jika terjadi gangguan pada salah satu jalur distribusi, pemerintah akan mengoptimalkan sumber pasokan lainnya.
“Karena kondisinya masih bisa tertanggulangi, sejauh ini pengaruhnya tidak terlalu signifikan,” pungkas Thius.