Bidik Pohon Rawan Tumbang, DLH Banjarmasin perketat Pemangkasan

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:37 WIB
Ilustrasi pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Banjarmasin. DLH memperketat pemantauan dan pemangkasan untuk mengantisipasi kejadian serupa. (Dokumen Radar Banjarmasin)
Ilustrasi pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Banjarmasin. DLH memperketat pemantauan dan pemangkasan untuk mengantisipasi kejadian serupa. (Dokumen Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.COM, BANJARMASIN – Ancaman pohon tumbang menjadi perhatian DLH Kota Banjarmasin. Sejumlah pohon di ruas jalan terus dipantau untuk mencegah membahayakan pengguna jalan dan warga. 

DLH tak ingin mengambil risiko. Tim rutin turun ke lapangan menyisir pohon-pohon yang dinilai membutuhkan penanganan. Namun, langkah yang diambil tidak selalu berupa penebangan.

Kepala DLH Banjarmasin, Jefrie Fransyah, mengatakan pemangkasan menjadi salah satu langkah utama untuk mengurangi beban pohon dan mengantisipasi dahan patah maupun pohon tumbang.

"Tim kami berkeliling untuk melihat pohon-pohon yang disinyalir berdasarkan analisa kami perlu dilakukan pemangkasan. Kenapa pemangkasan itu perlu? Tentunya demi keselamatan dari masyarakat kita," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Jefrie mengatakan ada dua cara penanganan pohon. Pertama berdasarkan hasil pemantauan langsung tim DLH di lapangan. Kedua, menindaklanjuti laporan masyarakat. Meski begitu tidak semua laporan berujung pada penebangan. DLH terlebih dahulu melakukan pengecekan dan penilaian teknis terhadap kondisi pohon.

Contohnya penanganan pohon di kawasan Kayutangi. Saat itu, warga meminta pohon ditebang karena dinilai membahayakan. Namun setelah dicek,  kondisi pohon masih dianggap aman. Petugas akhirnya memilih memangkas dan merapikan bagian dahan untuk mengurangi beban pohon.

"Jadi, langkah yang kami ambil adalah merapikan dahan-dahannya untuk mengurangi beban," jelasnya.

Jefrie menegaskan, keputusan terkait pohon tidak boleh hanya berdasarkan kekhawatiran atau permintaan sesaat. Ada analisis teknis yang menjadi dasar sebelum tindakan dilakukan.

Karena itu, ia telah menginstruksikan personel DLH agar lebih selektif dalam menangani setiap laporan masyarakat. Pohon yang masih layak dipertahankan tidak akan langsung ditebang.

"Kita harus analisa dulu apakah pohon ini memang layak ditebang atau tidak," tegasnya.

Sementara, DLH lebih mengutamakan perapian melalui pemangkasan dahan serta pengurangan bobot pohon. Langkah tersebut dinilai dapat menekan potensi bahaya tanpa harus menghilangkan pohon yang masih dalam kondisi sehat dan aman.

"Makanya untuk sementara, pendekatan kita lebih banyak pada perapian dan mengurangi bobot beban pohon," pungkas Jefrie.

Editor : M Oscar Fraby
Pohon Tumbang DLH Banjarmasin banjarmasin