RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kadar klorida air baku di Intake Sungai Bilu milik PT Air Minum Bandarmasih melonjak hingga 2.119 mg/L pada Senin (10/8/2026).
Angka tersebut jauh di atas batas konsentrasi klorida yang direkomendasikan Kemenkes RI untuk air minum, yakni 250 mg/L.
Lonjakan terjadi dalam dua hari terakhir setelah kadar klorida masih berada di angka 138,8 mg/L pada 8 Agustus.
Sehari berikutnya, angkanya melonjak menjadi 900,43 mg/L dan kembali meningkat lebih dari dua kali lipat pada 10 Agustus.
Kondisi tersebut dipicu intrusi air laut yang terjadi saat puncak musim kemarau. PAM Bandarmasih pun menghentikan sementara operasional Intake Sungai Bilu karena kualitas air baku tidak memungkinkan untuk diolah seperti kondisi normal.
Penghentian intake berdampak terhadap debit distribusi air ke sejumlah wilayah Banjarmasin.
Di Banjarmasin Barat, distribusi turun sekitar 40 persen, sedangkan Booster S. Parman mengalami penurunan sekitar 39 persen.
Penurunan distribusi juga terjadi di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur yang masing-masing sekitar 8 persen.
Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi air baku tersebut menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.
“Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Untuk menjaga pasokan, PAM Bandarmasih mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka menuju IPA 1 sekitar 1.000 meter kubik per jam.
Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, mengatakan skema tersebut membuat debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan hingga sekitar 1.750 meter kubik per jam.
“Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” jelas Irwan.
Selain itu, PAM Bandarmasih tengah mengusulkan pemanfaatan air dengan kadar klorida di atas standar untuk kebutuhan tertentu, khususnya mandi, cuci, kakus (MCK).
Namun, opsi tersebut masih harus memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan yang berlaku.
Penyesuaian distribusi akan terus dilakukan berdasarkan kondisi air baku dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
PAM Bandarmasih akan kembali menyesuaikan distribusi apabila kualitas air baku membaik dan Intake Sungai Bilu dapat kembali dioperasikan secara normal.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mulai menampung persediaan air di rumah sebagai langkah antisipasi.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” pungkas Zulbadi.
Data kadar klorida tertinggi harian di Intake Sungai Bilu:
* 3 Agustus: 101,03 mg/L
* 4 Agustus: 39 mg/L
* 5 Agustus: 26,59 mg/L
* 6 Agustus: 15,95 mg/L
* 7 Agustus: 33,68 mg/L
* 8 Agustus: 138,8 mg/L
* 9 Agustus: 900,43 mg/L
* 10 Agustus: 2.119 mg/L