Antrean SPBU di Banjarmasin Ganggu Akses Usaha, Warga Letakkan Ban Bekas di Badan Jalan

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:14 WIB
MENGULAR: Antrean panjang di SPBU Jalan Martadinata, Banjarmasin Barat membuat warga resah karena akses keluar masuk mereka kerap terhalangi. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MENGULAR: Antrean panjang di SPBU Jalan Martadinata, Banjarmasin Barat membuat warga resah karena akses keluar masuk mereka kerap terhalangi. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan RE Martadinata, Kelurahan Telawang, Banjarmasin Barat, mulai memicu polemik. Warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi nekat meletakkan kayu serta ban bekas di badan jalan sebagai bentuk protes karena akses keluar masuk mereka kerap terhalang.

Kondisi itu terjadi di depan Kompleks Anamas. Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM disebut hampir setiap hari meluber hingga menutup akses menuju permukiman dan tempat usaha.

Sejumlah sopir di salah satu perusahaan sekitar mengaku sengaja memasang penghalang, karena armada mereka sering kesulitan keluar masuk untuk aktivitas bongkar muat. "Sudah sering kami sampaikan ke petugas, tapi antreannya tetap mengular. Yang terdampak bukan hanya sopir, tetapi juga warga kompleks dan usaha tambal ban di sini," ujar salah seorang sopir, Rabu (5/8).

Namun, pemasangan penghalang justru memunculkan persoalan baru. Antrean kendaraan tetap berlangsung dan bergeser ke tengah jalan, sehingga berpotensi memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk.

Dampak antrean juga dirasakan Abdullah (60), pemilik usaha tambal ban di depan Kompleks Anamas. Ia mengaku omzet hariannya turun drastis karena lokasi usahanya kerap tertutup deretan kendaraan yang mengantre BBM.

"Sebelumnya bisa dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu sehari. Sekarang sering tidak sampai Rp100 ribu karena pelanggan sulit masuk," keluhnya.

Menurut Abdullah, antrean biasanya mengular hingga puluhan meter, terutama pada pagi dan sore hari. Ia berharap pengelolaan antrean dapat diperbaiki tanpa mengorbankan akses masyarakat maupun pelaku usaha.

Ketua RT setempat, Markan, juga mengaku resah. Ia menilai antrean kendaraan sudah mengganggu aktivitas warga, toko, hingga hotel di sekitar SPBU. "Silakan saja antre sepanjang apapun, tetapi jangan sampai menutup akses warga. Manajemen SPBU harus punya solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU belum memberikan keterangan resmi. Petugas menyebut manajer belum berada di lokasi saat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin telah merespons keluhan tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Slamet Begjo mengakui antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Jalan RE Martadinata, tetapi juga di sejumlah SPBU lain di Kota Seribu Sungai.

Menurut Slamet, Dishub telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pengelola SPBU agar mengantisipasi antrean kendaraan dengan mengatur arus masuk, memasang informasi jam operasional secara jelas, serta menempatkan petugas hingga ke area luar SPBU apabila antrean meluber ke badan jalan.

"Kami berharap pengelola ikut menjaga ketertiban, terutama di pintu masuk SPBU agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia menambahkan, petugas Dishub juga rutin diterjunkan untuk membantu mengurai kemacetan di sejumlah titik, meski belum memungkinkan melakukan penjagaan di seluruh SPBU secara bersamaan.(van/az/dye)

Editor : Arief
BBM spbu berita Banjarmasin polemik