Atur Persimpangan Saat Listrik Padam, Dishub Banjarmasin Kerahkan Petugas

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:50 WIB
ATUR PERSIMPANGAN: Pemadaman listrik bergilir membuat traffic light di sejumlah titik di Kota Banjarmasin ikut terdampak. Personel Dishub Banjarmasin ditempatkan guna mengatur arus lalu lintas. (Wasdal Dishub Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)
ATUR PERSIMPANGAN: Pemadaman listrik bergilir membuat traffic light di sejumlah titik di Kota Banjarmasin ikut terdampak. Personel Dishub Banjarmasin ditempatkan guna mengatur arus lalu lintas. (Wasdal Dishub Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemadaman listrik bergilir di Kota Banjarmasin tak hanya mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha. Kondisi tersebut juga memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polresta Banjarmasin meningkatkan pengamanan di sejumlah persimpangan.

Pasalnya, lampu lalu lintas (traffic light) ikut padam saat aliran listrik terputus. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan, personel Dishub, dan kepolisian disiagakan di titik-titik yang terdampak.

Kepala Dishub Kota Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan pengaturan lalu lintas kini dilakukan lebih intensif selama masa pemadaman berlangsung.

"Kalau dalam satu waktu ada beberapa simpang yang padam, kami berbagi tugas dengan rekan kepolisian. Misalnya ada enam simpang terdampak, personel dibagi agar seluruh titik tetap terlayani," ujarnya.

Menurut Slamet, penugasan dilakukan secara bergantian selama pemadaman yang rata-rata berlangsung sekitar tiga jam. Sistem rotasi diterapkan agar kondisi petugas tetap prima saat mengatur arus kendaraan di tengah kepadatan lalu lintas.

Ia mengaku, selama menjabat sebagai Kepala Dishub, baru kali ini pihaknya harus menyiagakan personel secara rutin akibat pemadaman listrik bergilir. Untuk mempercepat koordinasi, Dishub bahkan membentuk grup komunikasi bersama PLN dan Satlantas Polresta Banjarmasin. Melalui grup tersebut, jadwal dan lokasi pemadaman disampaikan lebih awal, sehingga petugas dapat bersiap sebelum listrik diputus. "Atas permintaan kami, PLN menyampaikan informasi jam dan lokasi pemadaman. Jadi sebelum listrik dipadamkan, personel sudah bisa bersiap di lapangan," jelasnya.

Di setiap persimpangan terdampak, Dishub menurunkan satu regu beranggotakan sekitar 10 hingga 11 personel yang bertugas secara bergantian bersama anggota kepolisian.

Di sisi lain, Dishub juga menghadapi tantangan pengaturan lalu lintas di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Arus kendaraan di wilayah tersebut meningkat karena pengendara harus menggunakan jalur alternatif menyusul perbaikan Jalan Veteran yang ambles.

Slamet mengatakan pembagian personel kini harus dilakukan secara cermat, karena kebutuhan pengamanan meningkat di beberapa titik dalam waktu bersamaan. "Saya minta personel lebih diprioritaskan di Sungai Lulut, tetapi titik-titik yang terdampak pemadaman listrik juga tetap harus dikendalikan agar lalu lintas tetap lancar dan aman," pungkasnya.(van/az/dye)

Editor : Arief
Dishub Banjarmasin Lalu Lintas pemadaman berita Banjarmasin Polresta Banjarmasin