RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Nasib SDN Teluk Dalam 10 yang sebelumnya disorot karena hanya memiliki satu murid baru mulai menemui titik terang.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memastikan sekolah tersebut akan digabung atau diregrouping dengan SDN Teluk Dalam 9. Proses penggabungan secara kelembagaan saat ini tengah berjalan.
“Teluk Dalam 9 dan Teluk Dalam 10 prosesnya di SK sudah hampir selesai karena lokasinya berdekatan,” ujar Kepala Disdik Kota Banjarmasin Ryan Utama, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan, penggabungan dilakukan karena lokasi kedua sekolah berdekatan. Selain itu, langkah tersebut menjadi bagian dari penataan sekolah.
Dengan penggabungan tersebut, murid yang sebelumnya bersekolah di SDN Teluk Dalam 10 nantinya tidak lagi belajar sendiri. Secara kelembagaan, sekolah akan berada dalam satu pengelolaan dengan SDN Teluk Dalam 9.
“Iya, secara kelembagaan akan bergabung. Tapi teknisnya bisa sambil bertahap menyesuaikan,” jelasnya.
Menurutnya, penggabungan sekolah menjadi salah satu solusi yang disiapkan Disdik untuk menyikapi persoalan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah.
Bukan hanya SDN Teluk Dalam 9 dan 10, beberapa sekolah lainnya juga masuk dalam pemetaan untuk kemungkinan digabung.
Beberapa sekolah yang akan digabung diantaranya SDN Pengambangan 8, 9 dan 10. SDN Pengambangan 10 mengalami kerusakan berat dan jumlah muridnya juga sudah sangat sedikit. Sedangkan SDN Pengambangan 9 berdiri di atas lahan yang bukan milik Pemko.
Selain itu, Disdik juga mengkaji SDN Mawar 4, Mawar 6 dan Mawar 8. Penentuan sekolah yang akan digabung tidak hanya melihat jumlah murid.
“Kami akan melakukan kajian berkaitan dengan usia pelajar di sebuah kawasan. Jadi bisa diketahui sekolah mana yang harus digabung dan sekolah mana yang justru harus diperbanyak,” katanya.
Kajian tersebut bahkan akan melihat proyeksi kebutuhan pendidikan hingga 10 tahun ke depan. Status lahan sekolah juga menjadi pertimbangan penting.
Sekolah yang berdiri di atas lahan bukan milik Pemko menjadi salah satu perhatian. Disdik ingin memastikan keamanan aset sebelum pemerintah melakukan belanja modal.
“Sayang kalau belanja modal dilakukan di lahan yang bukan milik pemko,” tegasnya.
Ia menyebut, ada sekolah yang lahannya berstatus hibah maupun pinjam pakai. Karena itu, dokumen dan kepastian status lahannya perlu dipastikan agar tidak menimbulkan persoalan di belakang hari.
“Jangan sampai sekolah sudah berjalan, kegiatan belajar mengajar berjalan, kemudian ahli waris mengambil dan lain-lain. Kita tidak punya antisipasi,” katanya.
Lantas, bagaimana dengan gedung SDN Teluk Dalam 10 setelah penggabungan?
Ryan belum memastikan peruntukannya. Menurut dia, pemanfaatan bangunan akan melihat kebutuhan setelah proses merger selesai.
“Kita lihat nanti kebutuhannya seperti apa. Kalau memang muridnya segitu, bisa untuk kebutuhan lain, entah untuk kegiatan belajar mengajar atau keperluan lainnya,” pungkas Ryan.
Kepala SDN Teluk Dalam 10 Arief Rahman mengatakan, kegiatan belajar mengajar siswa tersebut tetap berjalan meski proses penggabungan sekolah belum rampung secara administratif.
“Kalau memang itu keputusan dari Dinas Pendidikan dan tujuannya untuk kepentingan siswa, kami siap melaksanakan,” katanya.
Menurut Arief, untuk sementara siswa tersebut mengikuti pembelajaran dengan bergabung bersama siswa di SDN Teluk Dalam 9.
“Untuk sementara masih digabung sambil menunggu proses grouping,” jelasnya.
Arief memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung. Siswa yang sebelumnya tercatat sebagai murid SDN Teluk Dalam 10 kini belajar bersama kawan-kawannya di sekolah sebelah.
Editor : Sutrisno