RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Ratusan warga Banjarbaru dan sekitarnya memadati Rumah Sakit TNI AU Sjamsudin Noor serta kawasan Jalan Hercules, Kelurahan Syamsudin Noor, Sabtu (1/8). Mereka memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis dan pasar murah yang digelar Lanud Sjamsudin Noor dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU ke-79.
Layanan kesehatan yang disediakan meliputi operasi katarak, khitanan massal, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Program tersebut disambut antusias karena dinilai membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Sangat meringankan beban kami. Kalau harus membayar sendiri, biayanya cukup besar," ujar Erhansyah, warga yang mendampingi anaknya mengikuti khitanan massal.
Selain layanan kesehatan, pasar murah juga menjadi magnet bagi masyarakat. Warga memadati lokasi penjualan elpiji 3 kilogram yang disediakan melalui kerja sama dengan Pertamina.
Tabung gas bersubsidi itu dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.500 per tabung, jauh lebih murah dibanding harga di tingkat pengecer yang kerap mencapai Rp35 ribu.
Ernawati, salah seorang warga, mengaku sering kesulitan memperoleh elpiji bersubsidi sehingga terpaksa membeli dengan harga lebih mahal. "Alhamdulillah, di sini harganya terjangkau dan sangat membantu ekonomi keluarga kami," katanya.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AU terhadap masyarakat sekaligus upaya meneladani semangat pengabdian para pendahulu.
"Jika para pendahulu berjuang melawan penjajah, tugas generasi penerus saat ini adalah memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini merupakan cara kami meneladani jiwa patriotisme para pahlawan TNI AU," ujarnya.
Menurut Hilman, Hari Bakti TNI AU diperingati untuk mengenang serangan udara pertama AURI ke markas Belanda di Semarang, serta gugurnya tiga perintis AURI yang ditembak saat menjalankan misi kemanusiaan membawa obat-obatan di wilayah Yogyakarta. (she/al/ris)
Editor : Arief