RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Ancaman krisis air bersih mulai mengepung kawasan pinggiran Kota Banjarbaru.
Tiga wilayah yakni Kelurahan Palam, Landasan Ulin Timur, dan Cempaka kini menjadi titik terparah yang terdampak kekeringan akibat sama sekali belum tersambung jaringan pipa PDAM.
Kondisi tersebut memaksa warga bergantung penuh pada pasokan air tangki.
Tak hanya permukiman, fasilitas umum seperti Sekolah Dasar (SD) pun ikut terdampak. Air bersih di wilayah tersebut dilaporkan hanya mengalir kecil saat malam hari.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarbaru, Bahrani, mengungkapkan bahwa permohonan pasokan air dari masyarakat terus berdatangan.
Namun, pihaknya tidak bisa langsung menggelontorkan bantuan armada tangki begitu saja.
BPBD memilih menerjunkan tim untuk menyisir dan memverifikasi kebutuhan di lapangan.
Pemeriksaan ketat itu sengaja dilakukan guna mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan air bantuan pemerintah untuk kepentingan bisnis atau pribadi.
"Surat masuk tidak langsung dieksekusi. Kami cek dulu kebutuhan riil di lapangan. Kami khawatir yang meminta itu sifatnya komersial. Kalau komersial, jelas bukan prioritas kami," tegas Bahrani.
Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan sejauh ini masih terhitung aman dari krisis air karena mayoritas sudah teraliri pipa PDAM.
Sebaliknya, wilayah Palam, Landasan Ulin Timur, dan Cempaka menjadi langganan kekeringan saban tahun lantaran infrastruktur air bersih belum menembus kawasan tersebut.
Untuk mengatasi keterbatasan armada, BPBD Banjarbaru membagi wilayah distribusi air bersih bersama sejumlah instansi teknis seperti di Landasan Ulin & Palam akan disuplai oleh armada Dinas PUPR.
Kemudian kawasan Cempaka akan diberdayakan melalui armada Disperkim.
Sementara wilayah lainnya ditangani secara situasional oleh armada BPBD Banjarbaru.
Masing-masing instansi disiagakan minimal satu unit mobil tangki yang siap bergerak sewaktu-waktu.
Kendati demikian, ujar Bahrani penanganan ini dinilai hanya solusi jangka pendek selama jaringan pipa PDAM belum menjangkau kawasan-kawasan pinggiran tersebut.
Editor : Sutrisno