Penyaluran Bantuan Pangan Diduga Salah Sasaran, Dinsos Banjarmasin Lakukan Verifikasi Data Per Tiga Bulan

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:32 WIB
MELAPOR: Warga mendatangi Kelurahan Pemurus Baru terkait data bantuan pangan. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN
MELAPOR: Warga mendatangi Kelurahan Pemurus Baru terkait data bantuan pangan. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Temuan dugaan salah sasaran bantuan pangan (bapang) mendapat perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin. Plt Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Jefry Fransyah mengatakan kondisi tersebut bisa terjadi karena perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terus bergerak dan diperbarui secara berkala.

Menurutnya, data penerima bantuan sosial (bansos) diperbarui setiap tiga bulan. Perubahan kondisi ekonomi warga dapat membuat posisi data kesejahteraan ikut berubah. "Data itu di-update setiap triwulan. Dalam rentang waktu tersebut kondisi ekonomi seseorang bisa berubah, apakah meningkat atau justru menurun. Karena itu proses verifikasi terus dilakukan," ujar Jefry, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, Dinsos setiap hari menerima laporan maupun pengaduan masyarakat terkait data penerima bantuan. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui verifikasi langsung oleh petugas di lapangan.

"Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti kami verifikasi. Petugas turun untuk memastikan kondisi sebenarnya," katanya.

Terkait dugaan bantuan pangan tidak tepat sasaran di Kelurahan Pemurus Baru, Jefry menjelaskan bahwa data penerima yang digunakan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial. Namun, ia menegaskan mekanisme penyaluran bantuan menjadi kewenangan kementerian atau lembaga penyelenggara program. "Kami menggunakan data yang sama, tetapi mekanisme penyaluran bapang berada di kementerian. Jika ada kebijakan lain dalam penyaluran, itu menjadi kewenangan penyelenggara program," jelasnya.

Menurut Jefry, salah satu kemungkinan penyebab bantuan tidak tepat sasaran adalah penggunaan data yang belum diperbarui sesuai kondisi terbaru masyarakat. "Misalnya data ditarik beberapa bulan sebelumnya, sementara kondisi ekonomi warga sudah berubah. Dampaknya bantuan bisa tidak sesuai sasaran," ungkapnya.

Ia meminta masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terdata, maupun penerima bantuan yang kondisinya sudah tidak sesuai. Laporan dapat disampaikan melalui kelurahan maupun jaringan relawan sosial yang bekerja sama dengan Dinsos. Selanjutnya, laporan tersebut akan diverifikasi sebelum dilakukan pembaruan data.

"Kami terbuka terhadap semua pengaduan. Semua laporan akan diproses dan diverifikasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak," tegasnya.

Selain aparatur kelurahan, Dinsos juga melibatkan relawan sosial dan petugas verifikator lapangan untuk memantau perubahan kondisi masyarakat melalui aplikasi. Langkah ini diharapkan mempercepat pembaruan data dan membuat penyaluran bansos semakin tepat sasaran. (gmp/az/dye).

Editor : Arief
Dinsos Banjarmasin Bantuan Sosial pangan berita Banjarmasin