RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Munculnya temuan dugaan bantuan pangan yang diterima warga dinilai mampu secara ekonomi mendapat perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin.
Plt Kepala Dinsos Kota Banjarmasin Jefry Fransyah menjelaskan, kondisi tersebut bisa dipengaruhi perubahan data kesejahteraan masyarakat yang diperbarui secara berkala.
Menurut Jefry, pembaruan data penerima bantuan sosial (Bansos) dilakukan setiap tiga bulan. Hal itu diperlukan karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga posisi data desil kesejahteraan juga ikut berubah.
"Data itu di-update setiap triwulan. Dalam rentang waktu itu bisa saja kondisi ekonomi seseorang berubah, apakah naik atau justru turun. Karena itu verifikasi terus dilakukan," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, Dinsos setiap hari menerima dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Petugas verifikator di lapangan bertugas memastikan apakah kondisi ekonomi warga masih sesuai dengan data yang tercatat.
"Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti kami verifikasi. Petugas turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya," katanya.
Terkait bantuan pangan (bapang) yang diduga tidak tepat sasaran di Pemurus Baru, ia mengungkapkan, data penerima bantuan yang digunakan berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial. Dinsos Kota Banjarmasin menggunakan sumber data yang sama.
Namun, menurutnya, mekanisme penyaluran bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian atau instansi penyelenggara program bantuan.
"Kami menggunakan data yang sama, tetapi mekanisme penyaluran bantuan bapang berada di kementerian. Kalau ada kebijakan lain dalam penyaluran, itu menjadi kewenangan penyelenggara program," jelasnya.
Ia menduga, salah satu penyebab bantuan tidak tepat sasaran bisa terjadi apabila data yang digunakan belum diperbarui.
"Misalnya data ditarik beberapa bulan sebelumnya, sementara kondisi ekonomi warga sudah berubah. Dampaknya tentu bantuan menjadi tidak tepat sasaran," ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat diminta aktif melaporkan apabila menemukan warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum terdaftar, maupun sebaliknya. Laporan dapat disampaikan melalui kelurahan maupun jaringan relawan sosial yang bermitra dengan Dinsos. Selanjutnya laporan tersebut akan diverifikasi sebelum dilakukan pembaruan data.
"Kami terbuka terhadap semua pengaduan. Semua laporan pasti kami proses dan diverifikasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak," tegasnya.
Selain melibatkan aparatur kelurahan, Dinsos juga dibantu relawan sosial dan verifikator lapangan yang bertugas melaporkan perubahan kondisi masyarakat melalui aplikasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembaruan data sehingga penyaluran bansos semakin tepat sasaran.
Editor : Arif Subekti