RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kerugian bagi masyarakat di Kota Banjarmasin. Keluhan datang dari pelaku usaha, perkantoran, hingga warga yang mengalami kerusakan peralatan elektronik.
Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan Pemko telah menerima banyak laporan terkait dampak pemadaman tersebut. Kerugian paling banyak dialami pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang makanan beku (frozen food), serta perkantoran yang mengalami gangguan pada perangkat komputer. "Memang cukup banyak, mulai dari pelaku usaha hingga perkantoran di Banjarmasin yang terdampak pemadaman listrik bergilir," ujarnya, Senin (27/7).
Menurut Ichrom, persoalan itu telah disampaikan langsung kepada PLN UP3 Banjarmasin dalam pertemuan bersama pemerintah kota. Dari penjelasan PLN, pemadaman bukan disebabkan gangguan pada sistem distribusi listrik di Banjarmasin, melainkan akibat masalah teknis pada sejumlah pembangkit yang terhubung dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Sistem tersebut memasok listrik untuk empat provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Karena itu, gangguan pada pembangkit berdampak luas terhadap pasokan listrik di seluruh wilayah yang terhubung. "Jadi kendalanya bukan di distribusi listrik Banjarmasin, tetapi di pembangkit yang melayani Sistem Interkoneksi Kalimantan," jelasnya.
Meski begitu, PLN disebut mulai berhasil mengurangi durasi pemadaman. Jika sebelumnya pemadaman berlangsung lima hingga enam jam, pada pekan ini durasinya diperkirakan turun menjadi sekitar tiga jam.
PLN juga menargetkan sistem pembangkit kembali normal pada 5–10 Agustus 2026, sehingga pemadaman bergilir diharapkan tidak lagi dilakukan, kecuali terjadi gangguan teknis baru.
Pemko Banjarmasin, lanjut Ichrom, meminta PLN mempercepat pemulihan, sekaligus lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Kami meminta penyebab gangguan, wilayah terdampak, hingga estimasi pemulihan disampaikan secara terbuka. Selain itu, durasi pemadaman harus terus diminimalkan dan fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Banjarmasin bersama Wakil Wali Kota Ananda dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk bertemu Direktur Utama PT PLN (Persero). Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan secara langsung berbagai dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir.
Terkait kompensasi bagi pelanggan, Ichrom mengatakan mekanismenya masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Apabila disetujui, pelanggan prabayar akan menerima tambahan kuota listrik saat membeli token. Sedangkan pelanggan pascabayar akan memperoleh pengurangan tagihan secara otomatis bagi yang mengalami pemadaman lebih dari enam jam.
Menurut informasi yang diterima Pemko Banjarmasin, skema kompensasi tersebut diperkirakan mulai direalisasikan pada Oktober mendatang.
"Skema kompensasi memang ada, tetapi pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Kementerian ESDM," pungkas Ichrom.(van/az/dye)
Editor : Arief