21 Titik Hidran Bermasalah, BPBD Banjarbaru Minta Armada Damkar Tak Berangkat dengan Tangki Kosong

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:01 WIB
TANGKI: Relawan rescue saat melakukan pengisian tangki di slah satu hidran. (Sheilla/Radar Banjarmasin) 
TANGKI: Relawan rescue saat melakukan pengisian tangki di slah satu hidran. (Sheilla/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Menanggapi keluhan para relawan pemadam kebakaran mengenai sulitnya mencari air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Banjarbaru, Bahrani angkat bicara.

Ditemui di kantornya pada Senin (27/7), Bahrani mengungkapkan pendataan dan evaluasi lapangan terbaru, ditemukan puluhan titik hidran di Kota Idaman yang tidak dapat difungsikan secara optimal.

‎Bahrani mengungkapkan, BPBD mencatat terdapat total 49 titik hidran yang tersebar di beberapa kecamatan di Banjarbaru. ‎Namun, hampir separuhnya memerlukan pembenahan serius.

‎Dari total 49 titik tersebut, sebanyak 28 titik hidran (57,14 persen) dipastikan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan. Kendati demikian, 21 titik sisanya (42,86 persen) mengalami kendala teknis.

‎"Hasil pengecekan lapangan menunjukkan ada 12 titik hidran (24,49 persen) yang secara fisik utuh, tetapi sama sekali tidak mengeluarkan air. Sementara 9 titik hidran lainnya (18,37 persen) dalam kondisi rusak fisik total sehingga tidak dapat dimanfaatkan," jelas Bahrani.

‎Melihat tingginya persentase hidran yang belum optimal, Bahrani meminta seluruh satuan pemadam kebakaran dan BPK swasta untuk tidak bergantung pada ketersediaan hidran di dekat lokasi kebakaran.

‎Ia menegaskan pentingnya kesiapan armada dari titik keberangkatan agar pemadaman api di lapangan tidak terkendala pasokan air yang minim.

‎"Strategi kita, jangan pernah berangkat menuju lokasi kejadian dengan tangki kosong lalu berharap pada hidran di titik api. Sebelum berangkat, posisi tangki harus full. Begitu selesai pemadaman, langsung isi penuh kembali sebelum kembali ke posko," tegas Bahrani.

‎Ia menambahkan, beberapa lokasi seperti titik hidran di depan kantor kelurahan dan titik terdekat posko utama masih berfungsi dengan baik dan bisa diandalkan sebagai rujukan pengisian.

‎Selain kesiapan tangki armada, Bahrani menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan air bagi masyarakat umum.

Pengambilan air secara mendadak dari jaringan hidran kota di tengah musim kemarau dikhawatirkan dapat menurunkan tekanan air ke rumah tangga.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD Banjarbaru telah bersurat secara resmi kepada pengelola air bersih (PTAM) agar relawan diberi akses pengisian air langsung di instalasi produksi secara prosedural.

‎"Pengambilan air jangan sampai mengganggu aliran ke rumah warga. Kita sudah berkoordinasi dan bersurat ke PDAM agar diberikan izin mengambil air di instalasi produksi. Tinggal menunggu jawaban resmi agar pengisian armada bisa dilakukan sesuai prosedur," pungkas Bahrani.

Editor : Sutrisno
karhutla banjarbaru