RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru menghadirkan inovasi layanan literasi modern bernama Wadah Baca, sebuah fasilitas berbasis QR Code yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku digital secara instan dan gratis di ruang publik.
Langkah adaptif ini mulai diuji coba di kawasan Lapangan Murjani, salah satu pusat keramaian dan aktivitas warga di Kota Banjarbaru.
Sebelum di Lapangan Murjani, wadah baca ini juga ada RS Idaman. Lewat inovasi tersebut, paradigma lama bahwa membaca harus datang ke gedung fisik perpustakaan kini mulai digeser.
Kepala Darpusda Kota Banjarbaru, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir untuk merespons perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin karib dengan teknologi digital.
"Wadah Baca adalah layanan literasi modern yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan buku digital secara instan dan gratis dengan memindai kode QR melalui smartphone di lokasi tertentu, tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus ataupun melakukan pendaftaran," ujarnya, Senin (20/7).
Cara memanfaatkan fasilitas ini ujar Asep tergolong sangat praktis. Pengunjung Lapangan Murdjani cukup mengaktifkan fitur lokasi (GPS) pada telepon genggam mereka, lalu memindai QR Code yang tertera pada papan informasi Wadah Baca.
Dalam hitungan detik, sistem akan langsung mengarahkan pengguna ke katalog perpustakaan digital yang menyediakan beragam genre buku mulai dari sains, pendidikan, sejarah, teknologi, sastra, pengembangan diri, hingga bacaan anak.
Selain memperluas jangkauan literasi, Asep menambahkan bahwa konsep digitalisasi ini menjadi solusi efisiensi yang sangat tinggi bagi pemerintah daerah.
Darpusda tidak perlu membangun infrastruktur gedung baru atau menyuplai ribuan buku cetak fisik di lapangan yang memerlukan perawatan konvensional.
"Layanan ini dirancang sebagai solusi yang efisien dalam penyediaan bahan pustaka. Melalui sistem digital, masyarakat memperoleh akses terhadap pengetahuan secara lebih cepat, mudah, dan praktis," imbuhnya.
Melalui Wadah Baca, Darpusda Banjarbaru berharap gawai (smartphone) tidak hanya menjadi sarana hiburan atau komunikasi semata, melainkan menjelma sebagai jendela ilmu pengetahuan yang inklusif.
Transformasi ini diharapkan mampu mendongkrak minat baca warga sekaligus mewujudkan masyarakat Banjarbaru yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor : Sutrisno