Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Debit Air Baku di Irigasi Riam Kanan Turun Dipicu Kemarau, Distribusi Air Bersih di Banjarmasin Tersendat

Zulvan Rahmatan • Minggu, 12 Juli 2026 | 07:20 WIB
DICEK DULU: Dirut PTAM Bandarmasih, Zulbadi memantau Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pramuka, Sabtu (11/7/2026) malam.(Foto: Humas PAM Bandarmasih)
DICEK DULU: Dirut PTAM Bandarmasih, Zulbadi memantau Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pramuka, Sabtu (11/7/2026) malam.(Foto: Humas PAM Bandarmasih)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Musim kemarau mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin. Debit air baku dari Irigasi Riam Kanan yang menjadi salah satu sumber utama PAM Bandarmasih, turun drastis hingga tidak lagi bisa dimanfaatkan.

Kondisi tersebut membuat distribusi air ke sebagian wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan ikut menurun.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan penurunan debit air baku terjadi dalam dua hari terakhir. 

Bahkan, elevasi air di irigasi Riam Kanan sempat berada di level nol, sehingga tidak dapat diambil sebagai sumber produksi.

"Biasanya meski musim kemarau, kami masih bisa mengambil air baku dari irigasi Riam Kanan. Namun, dua hari terakhir kondisinya turun hingga nol level," ujarnya usai meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pramuka, Sabtu (11/7/2026) malam.

Sebagai langkah darurat, PAM Bandarmasih mengalihkan pasokan air baku dari Intake Sungai Tabuk. Namun, kapasitas yang diperoleh masih jauh dari kebutuhan ideal.

Menurut Zulbadi, kebutuhan air baku di IPA II Pramuka mencapai sekitar 5.800 meter kubik per jam. Sementara, pasokan dari Sungai Tabuk baru mampu memenuhi sekitar separuhnya.

"Untuk sementara kami maksimalkan dari Sungai Tabuk. Namun, jumlahnya masih belum memenuhi target produksi yang dibutuhkan," katanya.

Ia menjelaskan kemarau menyebabkan muka air sungai terus menurun. Akibatnya, pematang maupun saluran irigasi dari Riam Kanan mengering, sehingga pasokan air baku berkurang.

Meski begitu, PAM Bandarmasih terus berupaya meningkatkan produksi. Dalam dua hari terakhir debit dari Sungai Tabuk mulai mengalami kenaikan, meski belum mencapai kapasitas normal.

"Kalau stok air baku sudah mencukupi, distribusi ke wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan akan kami sesuaikan kembali hingga normal," jelasnya.

Di sisi lain, Zulbadi memastikan penurunan kuantitas distribusi tidak memengaruhi kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan. 

Seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. "Kualitas air tetap kami jaga agar layak dikonsumsi sesuai standar yang berlaku," tegasnya.

Ia berharap curah hujan di wilayah hulu segera meningkat sehingga debit Sungai Riam Kanan kembali normal dan pasokan air baku dapat pulih. "Kami mohon pengertian masyarakat atas kondisi ini. Mudah-mudahan, hujan segera turun di wilayah hulu agar sumber air baku kembali normal," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#debit air baku #Irigasi Riam Kanan #PAM Bandarmasih #Sungai Tabuk #banjarmasin