RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Harga barang-barang bersubsidi yang selama ini sering melambung di pasaran diklaim bakal berakhir seiring beroperasinya Koperasi Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Inf Slamet Riyadi mengatakan, Kopdes Merah Putih disiapkan menjadi penyalur berbagai komoditas bersubsidi pemerintah, mulai dari beras SPHP hingga LPG 3 kilogram. Karena disalurkan langsung melalui koperasi, harga yang diterima masyarakat nantinya mengikuti ketentuan pemerintah pusat, bukan lagi harga yang dimainkan pasar.
"Harapannya nanti masyarakat tidak lagi membeli LPG 3 kilogram dengan harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Barang subsidi akan dijual sesuai ketentuan pemerintah sehingga benar-benar tepat sasaran," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (10/7/2026).
Menurut Riyadi, tujuan utama Kopdes Merah Putih bukan untuk bersaing dengan minimarket maupun pasar tradisional, melainkan mengamankan program subsidi pemerintah agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Selain itu, Kopdes juga diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan sistem tersebut, rantai distribusi dinilai akan lebih pendek sehingga peluang permainan harga maupun praktik tengkulak dapat ditekan.
"Koperasi ini bukan sekadar tempat jual beli. Fungsinya mengamankan kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran subsidi agar tidak lagi dimainkan di lapangan," tegasnya.
Ia menjelaskan, seluruh Kopdes Merah Putih nantinya akan terhubung dalam satu sistem nasional. Jika suatu daerah mengalami kekurangan stok, pasokan dapat dipenuhi dari koperasi di daerah lain sehingga distribusi lebih terjamin.
Di Banjarmasin sendiri, dari 52 kelurahan di Kota Banjarmasin, 30 kelurahan telah memiliki lahan sesuai standar sekitar 20 x 30 meter. Sementara sisanya harus menyesuaikan karena keterbatasan aset pemerintah. Sementara pembangunan gedung dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan lahan dan anggaran.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti banyaknya informasi yang beredar di media sosial (medsos) mengenai Kopdes Merah Putih. Menurutnya, sebagian informasi tersebut tidak sesuai dengan tujuan program yang sebenarnya.
"Saya berharap masyarakat tidak mudah termakan narasi-narasi negatif yang beredar di media sosial. Ikuti informasi resmi dari pemerintah. Program ini dibuat untuk masyarakat, dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih justru diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan, mempermudah masyarakat memperoleh barang bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui pembagian sisa hasil usaha (SHU).
"Silakan masyarakat melihat manfaatnya nanti setelah berjalan. Yang paling penting, subsidi pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak," pungkas Riyadi.
Editor : Arif Subekti