Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Benang Layangan Meresahkan Banjarmasin, Banyak Pengendara yang Jadi Korban

Zulvan Rahmatan • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:05 WIB
Foto ilustrasi tali layangan yang membahayakan pengendara Banjarmasin. (Foto: Google/Gemini)
Foto ilustrasi tali layangan yang membahayakan pengendara Banjarmasin. (Foto: Google/Gemini)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Musim layangan kembali memakan korban di Kota Banjarmasin. Hingga awal Juli 2026, setidaknya empat pengendara motor mengalami luka akibat terkena benang layangan yang melintang di jalan. Seluruh korban harus mendapat perawatan di RSUD Sultan Suriansyah.

Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Hendra mengatakan seluruh korban mengalami luka gores di bagian wajah. Mulai dari hidung hingga leher. Motor yang mereka kendarai melintas tersangkut benang layangan yang putus.

Ia mengungkapkan, benang yang digunakan saat ini bukan lagi benang jahit biasa. Melainkan benang nilon yang jauh lebih kuat dan tajam, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan. "Benang ini sangat membahayakan jika membentang di jalan. Sifatnya juga sangat kuat. Bahkan petugas harus menggunakan gunting untuk memotongnya," tegasnya, Kamis (9/7).

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban berikutnya, Satpol PP bersama Dinas Perhubungan, kecamatan, dan kelurahan diminta terus melakukan pengawasan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas bermain layang-layang.

Pengamanan difokuskan di kawasan Jembatan RK Ilir, Jalan RE Martadinata, hingga Pelabuhan Ikan Siring RK Ilir Pekauman yang berdekatan dengan lahan kosong milik PT Pelindo. Lokasi ini kerap dijadikan arena bermain layang-layang. Petugas disiagakan setiap sore mulai pukul 16.00 hingga 19.00 Wita, selama musim libur sekolah berlangsung.

Hendra memperkirakan intensitas permainan layang-layang akan mulai berkurang setelah masa libur sekolah berakhir pada 13 Juli 2026. Meski demikian, evaluasi terhadap pengamanan tetap akan dilakukan secara berkala. "Kami akan mengevaluasi apakah pengamanan masih perlu dilanjutkan setelah anak-anak kembali masuk sekolah," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara motor agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan rawan. Penggunaan helm dengan visor tertutup serta pelindung leher seperti syal dinilai dapat mengurangi risiko cedera apabila terkena benang layangan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR meminta seluruh jajaran terkait terus memperketat pengawasan selama musim layang-layang. Menurutnya, bermain layang-layang merupakan tradisi yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan di lokasi yang aman agar tidak membahayakan orang lain.

"Ini memang menjadi salah satu hobi warga saat musim layang-layang. Tetapi harus dilakukan di tempat yang sesuai dan aman," pesannya.

Yamin mengingatkan penggunaan benang nilon memiliki risiko tinggi, karena dapat melukai pengguna jalan apabila putus dan membentang di ruas jalan.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pemko Banjarmasin bersama Satpol PP, Dishub, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan patroli, memberikan teguran kepada para pemain layang-layang, serta memasang baliho larangan di sejumlah titik rawan. "Lokasi-lokasi tersebut tidak hanya membahayakan pemain layang-layang, tetapi juga masyarakat yang melintas," pungkasnya.

Benang Nilon Layangan Jadi Ancaman di Jalan

4 Pengendara Jadi Korban :
Pemain layangan kini banyak menggunakan benang nilon. 
Lokasi Rawan Layangan :
Tips Aman Bagi Pengendara
Editor : Arief
#Satpol PP Banjarmasin #Layangan #berita Banjarmasin #M Yamin HR #Keamanan