Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ratusan SD di Banjarmasin Rusak Bervariasi, Ada Yang Kondisinya Mengkhawatirkan

Zulvan Rahmatan • Selasa, 7 Juli 2026 | 14:51 WIB
Siswa SD di Banjarmasin. Disdik Banjarmasin mencatat ratusan SD mengalami kerusakan dengan kategori yang bervariasi. (Dokumen Radar Banjarmasin). 
Siswa SD di Banjarmasin. Disdik Banjarmasin mencatat ratusan SD mengalami kerusakan dengan kategori yang bervariasi. (Dokumen Radar Banjarmasin). 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mencatat, sekitar 30 persen atau 54 SD mengalami rusak berat. Sekitar 70-an SD rusak sedang. Jumlah tersebut berasal dari 208 SD. Sisanya mengalami rusak ringan.

Kepala Bidang SD Disdik Banjarmasin, Faisal Rachman, mengatakan hasil pemetaan menunjukkan hampir seluruh SD negeri di kota ini membutuhkan perbaikan terhadap tingkat kerusakan yang bervariasi.

"Secara garis besar memang semua sekolah memerlukan perbaikan. Hanya tingkat kerusakannya yang berbeda-beda," ujarnya, Selasa (7/7).

Menurut Faisal, sejumlah sekolah dengan konstruksi kayu, khususnya bangunan bertingkat dua, kini kondisinya mulai mengkhawatirkan. 

Bahkan, beberapa ruang kelas di lantai atas sudah tidak layak digunakan sehingga harus menjadi prioritas rehabilitasi.

Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah tidak dapat memperbaiki seluruh sekolah secara bersamaan.

"Perbaikannya dilakukan bertahap berdasarkan skala prioritas di masing-masing kecamatan," katanya.

Alami Penurunan Minat

Sisi lain, selain persoalan infrastruktur, Disdik juga mencatat adanya pergeseran minat masyarakat terhadap SD negeri.

Faisal menjelaskan, secara jumlah sebenarnya daya tampung SD negeri di Banjarmasin masih mencukupi untuk menampung lulusan PAUD setiap tahunnya. 

Namun, sebagian orang tua kini lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta berbasis keagamaan.

Menurutnya, sekolah seperti SD Islam Terpadu (SDIT), madrasah ibtidaiyah (MI) maupun sekolah berbasis keagamaan lainnya dinilai memiliki nilai tambah, baik dari sisi pendidikan karakter maupun program pembelajaran.

"Selain faktor religius, banyak sekolah swasta juga menawarkan program full day school yang menjadi pertimbangan orang tua," jelasnya.

Sekolah Akan Dimerger

Menurunnya jumlah siswa di sejumlah SD negeri turut berdampak pada besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Sebab, alokasi BOS dihitung berdasarkan jumlah peserta didik.

Karena itu, Disdik mulai menyiapkan program regrouping atau penggabungan sekolah.

Pada tahap awal, sekitar 10 sekolah akan digabung menjadi lima sekolah dalam satu manajemen. 

Meski demikian, proses belajar mengajar masih dimungkinkan berlangsung di dua lokasi berbeda.

Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengatasi persoalan kekurangan guru dan kepala sekolah di sejumlah satuan pendidikan.

Ke depan, Disdik menargetkan jumlah SD negeri di Banjarmasin yang saat ini mencapai 208 sekolah dapat disederhanakan menjadi kurang dari 150 sekolah agar pengelolaannya lebih efektif dan efisien.

Andalkan Inovasi Sekolah

Di tengah persaingan dengan sekolah swasta, Faisal menegaskan SD negeri tetap harus mengikuti struktur kurikulum nasional sehingga tidak bisa menambah mata pelajaran secara mandiri.

Karena itu, Disdik mendorong setiap kepala sekolah menghadirkan inovasi melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler maupun program pembiasaan untuk meningkatkan daya tarik sekolah.

Sementara untuk rehabilitasi fisik, pada tahun ini hanya sebagian sekolah yang dapat diperbaiki akibat keterbatasan anggaran.

Sekitar enam sekolah masuk dalam program rehabilitasi menyeluruh. Sedangkan anggaran lainnya difokuskan untuk peninggian lahan sekolah, perbaikan halaman (paving block), serta rehabilitasi fasilitas pendukung.

“Harapannya, hasil pemetaan kondisi sekolah ini bisa menjadi dasar agar kebutuhan perbaikan dapat diakomodasi lebih maksimal pada anggaran tahun 2027," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#sekolah rusak #sd #banjarmasin #disdik