RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja Banjarmasin bakal memiliki identitas baru.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana mengubah penyebutan kawasan tersebut menjadi Alun-Alun Kota Banjarmasin sebagai ikon ruang publik, sekaligus kado peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan gagasan itu merupakan arahan langsung Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR. Menurutnya, hingga kini Banjarmasin belum memiliki alun-alun seperti banyak kota lain di Indonesia.
"Ini gagasan Wali Kota Muhammad Yamin yang menginginkan Banjarmasin memiliki alun-alun sebagai ruang berkumpul masyarakat. Setelah dikaji, kawasan RTH Kamboja dinilai paling representatif karena berada di pusat kota, lahannya luas, dan sudah menjadi tempat aktivitas warga," ujarnya, Selasa (7/7/2026) siang.
Ibnu menegaskan rencana tersebut bukan berarti membongkar atau mengubah total kawasan RTH Kamboja, melainkan hanya akan memperkuat identitasnya sebagai alun-alun dengan melakukan sejumlah pembenahan fasilitas.
"Fungsinya tetap sebagai ruang terbuka hijau. Yang berubah adalah penyebutan dan penataannya agar lebih nyaman sebagai alun-alun kota," terang mantan Camat Banjarmasin Barat ini.
Menurutnya, secara fungsi kawasan tersebut sebenarnya sudah menyerupai alun-alun. Di dalamnya telah tersedia ruang terbuka, area bermain anak, lintasan jogging, hingga lokasi berkumpul masyarakat.
Karena itu, pembenahan yang dilakukan nantinya lebih fokus pada peningkatan kualitas fasilitas. Mulai dari perbaikan jogging track, penataan pencahayaan, ruang berkumpul, hingga penambahan elemen estetika agar kawasan lebih hidup pada siang maupun malam hari.
Dispora Kota Banjarmasin menargetkan penyusunan perencanaan dilakukan pada 2026. Sementara pembangunan tulisan "Alun-Alun Kota Banjarmasin" akan lebih dulu diupayakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kalau sudah disetujui Wali Kota, baru ditawarkan kepada perusahaan melalui CSR. Setelah itu pembenahan kawasan dilakukan bertahap melalui APBD," jelasnya.
Ibnu menambahkan Pemko Banjarmasin juga ingin mengubah citra kawasan Kamboja yang selama ini masih lekat dengan keberadaan kompleks pemakaman. Penataan yang lebih baik diharapkan membuat masyarakat semakin nyaman memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang publik.
"Kami ingin kawasan ini terang, nyaman, aman, dan benar-benar menjadi tempat berkumpul masyarakat. Jadi orang mengenalnya sebagai Alun-Alun Kota Banjarmasin," pungkas Ibnu.
Editor : Sutrisno