RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pergeseran tren pasar kerja terjadi di Kota Banjarbaru setelah berstatus Ibu Kota Provinsi Kalsel. Formasi administrasi yang selama ini menjadi primadona pencari kerja, kini tergeser oleh sektor pemasaran (marketing) dan jasa yang terbukti lebih masif menyerap lulusan baru (fresh graduate).
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono mengungkapkan, sektor jasa dan pemasaran mendominasi penyerapan tenaga kerja karena pesatnya pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi lantaran sektor industri kini menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) yang komunikatif dan melek digital.
"Industri saat ini butuh kreativitas dan penguasaan teknologi untuk promosi produk. Makanya peluang kerja terbesar ada di marketing," ungkap Sartono saat dikonfirmasi, Minggu (4/6)
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Penempatan pada Diskopumnaker Banjarbaru, Dzoelhida Rahmah Astuti. Ia mencatat lonjakan kebutuhan tenaga pemasaran dipicu oleh agresivitas korporasi, mulai dari perbankan, perhotelan, hingga BUMN dalam memperkuat posisi pasar mereka.
"Korporasi sedang gencar-gencarnya promosi. Otomatis, sektor pemasaran ini jauh berpeluang menyerap tenaga kerja ketimbang posisi administrasi," beber Dzoelhida.
Untuk menjembatani tingginya permintaan industri, Pemko Banjarbaru mengoptimalkan program Bursa Kerja Khusus (BKK) di tingkat SMK. Langkah ini memungkinkan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dilakukan sejak siswa masih bersekolah.
Meski demikian, pemerintah juga mendorong pemuda Banjarbaru mengikuti inkubasi bisnis agar tidak sekadar bermental pencari kerja, melainkan pencipta lapangan usaha.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief