RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pembangunan jaringan drainase di Kota Banjarmasin terus dikebut.
Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin menggelontorkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk membangun saluran primer baru sepanjang 2,3 kilometer.
Empat ruas jalan menjadi prioritas pengerjaan, yakni Jalan Kelayan B, Jalan KS Tubun, Jalan Saka Permai, dan Jalan Madang. Seluruh lokasi dipilih karena merupakan bagian dari jalur drainase primer yang mengalirkan air menuju saluran utama.
Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, mengatakan proyek yang dikerjakan tahun ini merupakan pembangunan jaringan baru, bukan rehabilitasi saluran lama. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum akhir 2026.
"Total panjang yang dibangun sekitar 2,3 kilometer di saluran primer. Target kami seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir tahun," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Meski pembangunan terus berjalan, Harwita mengakui cakupan drainase di Kota Banjarmasin masih sangat rendah. Dari seluruh panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang telah memiliki jaringan drainase.
Kondisi tersebut membuat pemko lebih memprioritaskan pembangunan saluran baru dibandingkan memperbaiki saluran lama. Sebab, masih banyak kawasan yang sama sekali belum memiliki drainase sehingga kerap menjadi titik genangan ketika hujan deras.
"Kalau melihat panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang memiliki drainase. Jadi cakupan layanan masih perlu terus ditingkatkan dan menjadi fokus kami ke depan," katanya.
Ia menjelaskan keterbatasan anggaran membuat pembangunan drainase setiap tahun hanya mampu bertambah sekitar tiga kilometer. Karena itu, perluasan jaringan dilakukan secara bertahap agar pelayanan terus meningkat.
Langkah tersebut juga dinilai lebih efektif dalam mengurangi kawasan rawan genangan dibanding hanya merehabilitasi saluran yang sudah ada.
"PUPR berharap pembangunan jaringan primer baru dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi keluhan masyarakat yang selama ini masih terjadi di sejumlah titik kota," cetusnya.
Editor : Sutrisno