Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pengerjaan 200 Toilet di Banjarmasin Dimulai, Menyasar Empat Kelurahan

Zulvan Rahmatan • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:40 WIB
JAMBAN: Sungai Kelayan Banjarmasin yang dikepung permukiman dan jamban apung.(Dok. Radar Banjarmasin)
JAMBAN: Sungai Kelayan Banjarmasin yang dikepung permukiman dan jamban apung.(Dok. Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pengerjaan 200 unit toilet bertangki septik skala individual di Kota Banjarmasin resmi dimulai.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin memastikan seluruh lokasi penerima manfaat telah ditetapkan dan kontrak pekerjaan sudah berjalan.

Program tersebut menyasar empat kelurahan, yakni Basirih, Murung Raya, Kuin Utara, dan Mantuil.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Hendra Maulana mengatakan, seluruh kelompok swadaya masyarakat (KSM) pelaksana telah menandatangani kontrak sejak 18 Juni 2026.

"Saat ini sudah masuk tahap pencairan uang muka dan pekerjaan fisik di lapangan juga sudah mulai berjalan," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Hendra, seluruh titik penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. 

Dengan demikian, fokus pemerintah kini mengawal pelaksanaan pembangunan agar sesuai target waktu maupun kualitas pekerjaan.

"Nama-nama penerima sudah ada semua. Sekarang tinggal pengawasan pelaksanaan di lapangan," katanya.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang hingga kini masih memiliki sanitasi tidak layak. 

Sebagian di antaranya seperti menggunakan jamban sederhana, memiliki WC yang tidak memenuhi standar kesehatan, bahkan belum memiliki fasilitas sanitasi sama sekali.

Seluruh penerima bantuan dipastikan berasal dari kawasan yang masuk kategori rawan sanitasi berdasarkan Strategi Sanitasi Kota (SSK). 

Selain itu, lokasi juga merupakan kawasan prioritas penanganan stunting dan penerima diwajibkan memiliki lahan sendiri sebagai lokasi pembangunan sarana sanitasi.

"Kualifikasinya memang MBR, berada di daerah rawan sanitasi, masuk lokus stunting, serta memiliki lahan sendiri untuk pembangunan sarana sanitasi," jelas Hendra.

Sementara itu, proyek ini merupakan realisasi untuk menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2,3 miliar dari pemerintah pusat. Terutama untuk kategori DAK fisik.

DAK tersebut sempat mendapat sorotan hingga evaluasi agar tidak dibiarkan hangus, jika tidak segera mendapat tindak lanjut dari dinas terkait.

Prosesnya sempat terkendala karena regulasi pusat mewajibkan keterlibatan KSM dalam proyek.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya menegaskan, dari Rp2,3 miliar yang tersedia, target serapannya yakni 100 persen, atau seluruhnya ingin dipergunakan maksimal untuk program prioritas nasional tersebut.

“Target terserap 100 persen dan selesai pengerjaan pada November tahun 2026 ini,” tutupnya.

Editor : Sutrisno
#toilet #banjarmasin