RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Warga di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara menjadi prioritas perbaikan layanan air bersih tahun ini. PT Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih menggelontorkan anggaran sekitar Rp85,2 miliar untuk meremajakan jaringan pipa yang telah berusia hampir tiga dekade.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan peremajaan dilakukan karena jaringan distribusi yang dipasang sejak 1996 sudah tidak mampu lagi menahan tekanan air yang lebih tinggi. Bahkan, pada ruas Jalan Ahmad Yani ditemukan lebih dari 90 titik sambungan dan tambalan akibat perbaikan selama bertahun-tahun.
"Segmennya mulai Jalan Ahmad Yani sampai Jembatan Dewi, Pandan Sari tembus Teluk Tiram Ujung, Jalan Perdagangan, kawasan AMD hingga SMP Negeri 13 Alalak sampai Alalak Selatan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, pipa di Jalan Ahmad Yani akan diganti ukuran yang lebih besar dengan diameter 800 milimeter, sedangkan di Jalan S Parman menggunakan pipa berdiameter 400 milimeter. Diharapkan mampu meningkatkan tekanan distribusi dari sekitar 2,8 bar menjadi lebih dari 3 bar.
"Kalau tekanan dinaikkan menggunakan pipa lama, risiko kebocorannya sangat besar. Karena itu jalur utamanya harus diganti terlebih dahulu," jelasnya.
Perbaikan tersebut ditargetkan meningkatkan kualitas pelayanan bagi sekitar 65 ribu pelanggan. Sebanyak 47 ribu pelanggan berada di Kecamatan Banjarmasin Barat, sedangkan sekitar 18 ribu pelanggan berada di Kecamatan Banjarmasin Utara.
Menurutnga, masih ada sejumlah kawasan yang belum menikmati layanan air mengalir selama 24 jam. Melalui peremajaan jaringan ini, PAM berharap distribusi air menjadi lebih lancar dan merata.
"Mohon doa agar seluruh pekerjaan berjalan lancar sehingga target layanan 24 jam bisa segera terwujud," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra, menyambut baik langkah PAM Bandarmasih.
"Temuan lebih dari 90 titik sambungan di Jalan Ahmad Yani menunjukkan jaringan tersebut memang sudah saatnya diremajakan. Ini merupakan investasi yang dibutuhkan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik," ujarnya.
Meski mendukung, Komisi II DPRD akan tetap mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Politisi PKS ini menegaskan sumber pendanaan, mekanisme pengadaan, hingga dampaknya terhadap tarif pelanggan harus menjadi perhatian.
"Kami ingin memastikan program ini tidak berujung pada kenaikan tarif yang membebani masyarakat. Efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas harus dijaga," tegasnya.
Ia juga meminta PAM Bandarmasih berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Banjarmasin agar pekerjaan penggantian pipa dilakukan bersamaan dengan program penataan jalan.
"Jangan sampai jalan yang sudah diperbaiki kembali dibongkar. Sinkronisasi sangat penting agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menghindari pemborosan anggaran," tandasnya.
Dalam waktu dekat, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direksi PAM Bandarmasih untuk membahas lebih rinci pelaksanaan proyek tersebut dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita akan melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PAM Bandarmasih," tutup Hendra.
Editor : Arif Subekti