RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Gerbang batas Kota Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 yang biasanya menjadi wajah penyambut bagi setiap orang yang datang, kini berubah menjadi ancaman.
Sejumlah keramik di bagian atas maupun bawah bangunan mulai terlepas dan berpotensi jatuh sewaktu-waktu. Kondisi tersebut membuat warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi dihantui rasa waswas.
Selain keramik yang rontok, bangunan juga dipenuhi coretan vandalisme. Area di bawah gerbang pun kerap dijadikan tempat berkumpul hingga lokasi orang tidur. Kondisi itu membuat salah satu pintu masuk utama Kota Banjarmasin tampak kumuh.
Bertahun-tahun Tanpa Ada Perbaikan
Tukang ojek setempat, Zainuddin, mengaku kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Selama bertahun-tahun ia melihat kondisi gerbang semakin memprihatinkan tanpa ada perbaikan berarti.
"Ini membahayakan. Keramiknya sudah banyak yang lepas. Kalau jatuh bisa mengenai orang yang lewat maupun kami yang mangkal di sini," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, kerusakan itu sudah terjadi sekitar dua hingga tiga tahun.
"Kurang lebih sudah dua sampai tiga tahun, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Kami setiap hari waswas karena mencari nafkah di sini," katanya.
Keramik yang Terlepas Bisa Bahayakan Pengendara
Hal senada disampaikan Sahliqin. Menurutnya, kondisi gerbang semakin berbahaya ketika hujan deras disertai angin kencang karena dikhawatirkan keramik yang sudah longgar akan terlepas.
"Kalau hujan dan angin, kami takut keramiknya jatuh. Sangat berbahaya kalau mengenai kepala orang," ucapnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga mengevaluasi desain bangunan agar lebih aman.
"Kalau perlu desainnya diperbarui, jangan lagi menggunakan keramik yang terlalu berat. Yang penting aman untuk masyarakat," katanya.
DPRD Minta Segera Lakukan Perbaikan
Sorotan juga datang dari DPRD Kota Banjarmasin. Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menegaskan seluruh fasilitas publik yang menjadi aset Pemerintah Kota Banjarmasin sudah seharusnya mendapatkan perawatan dan pemeliharaan secara rutin.
Menurut politikus Fraksi PKB itu, gerbang batas kota bukan sekadar bangunan biasa, melainkan wajah pertama Banjarmasin yang dilihat masyarakat maupun tamu dari luar daerah.
"Gerbang kota merupakan wajah Banjarmasin di perbatasan. Karena itu kondisinya harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi estetika maupun aspek keselamatan masyarakat," ujarnya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan aset daerah segera melakukan perbaikan sekaligus menyusun jadwal pemeliharaan berkala agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
"Kami meminta dinas terkait yang bertanggung jawab terhadap fasilitas publik, aset Pemko, dan ikon-ikon kota melakukan pemeliharaan secara berkala. Dengan begitu fasilitas publik tetap terlihat baik, terawat, dan yang terpenting aman bagi masyarakat," tegasnya.
Ditangani di Anggaran Perubahan
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan.
"Tim Bidang Cipta Karya dan UPT Jalan Jembatan sudah mengecek kondisinya. Insyaallah akan ditangani melalui anggaran perubahan pada kegiatan pemeliharaan," ujarnya.
Editor : Sutrisno