RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 1 Kota Banjarmasin bakal berubah.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai menyiapkan penataan di sekitar turunan Jembatan Dewi tersebut melalui proyek pelebaran jalan yang dibarengi pemasangan pipa distribusi air bersih berukuran besar.
Pemko Banjarmasin sudah melakukan pertemuan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan PAM Bandarmasih. Ketiga pihak menyelaraskan jadwal serta teknis pekerjaan agar dua proyek strategis tersebut dapat berjalan bersamaan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, proyek yang disiapkan meliputi pelebaran ruas jalan nasional dan pemasangan pipa utama distribusi air bersih berdiameter 800 milimeter.
“Memang ada rencana yang sudah dibahas bersama beberapa instansi. Selain pelebaran jalan, juga akan dilakukan pemasangan pipa berdiameter 800 milimeter,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Tezar, sapaanya, pelaksanaan proyek diperkirakan berdampak pada sejumlah bangunan usaha di sisi kanan jalan dari arah luar kota menuju pusat Kota Banjarmasin. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi sementara agar aktivitas para pelaku usaha tetap bisa berjalan selama proses pembangunan.
“Sejumlah bangunan dan toko yang berada di sisi kanan jalan berpotensi terdampak. Kemungkinan besar mereka perlu direlokasi,” katanya.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin ini menjelaskan, penataan kawasan KM 1 tidak hanya bertujuan memperlebar kapasitas jalan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan distribusi air bersih agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
"Dengan terpasangnya pipa distribusi berdiameter 800 milimeter, pasokan air bersih ke berbagai wilayah di Kota Banjarmasin diharapkan lebih lancar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat," tutup Tezar.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, mengapresiasi langkah pemko yang menyinkronkan dua proyek tersebut. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan bersamaan akan lebih efisien dan mengurangi pembongkaran jalan berulang. Namun, ia mengingatkan pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara matang karena Km 1 merupakan salah satu jalur utama keluar-masuk Kota Banjarmasin.
"Jangan sampai proyek yang tujuannya baik justru memicu kemacetan panjang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan harus benar-benar matang," ujarnya.
Politisi muda Golkar ini juga meminta pemerintah terbuka terkait sumber pendanaan, pembagian tugas antarinstansi, serta target penyelesaian proyek. Selain itu, relokasi dan dampak terhadap pelaku usaha yang terdampak juga harus menjadi perhatian.
"Kami mendukung penataan kawasan Km 1. Namun pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha," tegas Rian.
Editor : Sutrisno