RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Antrean panjang armada truk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Loktabat Selatan (Loksel), Jalan A. Yani, Banjarbaru, memicu perhatian serius dari Satlantas Polres Banjarbaru.
Selain memicu perlambatan arus lalu lintas, parkir kendaraan besar di bahu jalan tersebut dinilai sangat rawan memicu kecelakaan.
Kasatlantas Polres Banjarbaru, Iptu Tio Septian Dwi Cahyo saat dikonfirmasi Jumat (26/6) menegaskan bahwa pihak kepolisian pada dasarnya tidak membenarkan adanya aktivitas parkir yang memakan badan jalan hingga menyebabkan antrean panjang.
Namun, dalam menyikapi persoalan ini, kepolisian memilih pendekatan yang lebih humanis.
Menurut Tio, pihaknya tidak hanya melihat masalah ini dari perspektif penegakan hukum murni, melainkan juga mempertimbangkan aspek hajat hidup orang banyak, khususnya para sopir angkutan.
"Kami tidak hanya melihatnya dari perspektif penegakan hukum murni, tetapi juga mempertimbangkan aspek hajat hidup orang banyak (para sopir truk). Karena itu, kami tetap mengimbau mereka untuk mengantre dengan tertib tanpa mengganggu pengguna jalan lain," ujarnya.
Oleh karena itu, Satlantas tetap mengimbau agar proses antrean dilakukan dengan tertib sehingga titik-titik yang biasanya mengalami perlambatan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan umum lainnya.
Guna mengantisipasi kemacetan parah, jajaran Satlantas dibantu fungsi piket lainnya di Polres Banjarbaru intensif menggelar patroli berkala.
Fokus pengawasan ini tidak hanya menyasar titik antrean truk, melainkan juga menyisir kawasan rawan macet serta titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Banjarbaru.
Lebih lanjut, Tio mengungkapkan bahwa penanganan jangka panjang terhadap fenomena antrean truk ini akan segera dievaluasi.
Pihaknya berencana membawa persoalan ini ke meja diskusi bersama dinas dan instansi terkait untuk dicarikan formula jalan keluar yang paling tepat melalui wadah Forum Lalu Lintas.
"Evaluasi nantinya pasti kita bekerja sama dengan dinas atau instansi lain untuk membicarakan dan mencari solusi terbaik melalui Forum Lalu Lintas," tambahnya.
Di sisi lain, Iptu Tio juga mengingatkan para sopir truk untuk meningkatkan kewaspadaan selama mengantre di pinggir jalan.
Ia menekankan pentingnya penggunaan rambu atau menyalakan lampu hazard, terutama saat kondisi cuaca tertentu atau malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Hal ini krusial dilakukan agar keberadaan truk terlihat jelas oleh pengendara lain yang melintas, sehingga mereka bisa lebih berhati-hati dan menurunkan kecepatan guna menghindari kecelakaan lalu lintas.
"Tujuannya agar keberadaan truk terlihat jelas oleh pengendara lain yang melintas, sehingga mereka bisa lebih berhati-hati dan menurunkan kecepatan guna menghindari kecelakaan," pungkasnya.
Editor : Sutrisno