Lansia di Alalak Selatan jadi Penggerak Bank Sampah, Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Kalsel 2026

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB
DINILAI: Lurah Alalak Selatan M Liqa Syuhada, Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati, dan Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Kalsel Wahyu Widyo Nugroho saat memverifikasi langsung keberadaan Bank Sampah Lansia. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
DINILAI: Lurah Alalak Selatan M Liqa Syuhada, Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati, dan Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Kalsel Wahyu Widyo Nugroho saat memverifikasi langsung keberadaan Bank Sampah Lansia. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Berawal dari belasan lansia yang rutin mengikuti posyandu, kini Bank Sampah Lansia di Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, menjelma menjadi inovasi yang membawa daerah tersebut masuk tiga besar Lomba Kelurahan Tingkat Kalsel 2026.

Program yang digerakkan para lanjut usia itu menjadi salah satu sorotan saat tim verifikasi lapangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel melakukan penilaian di Kelurahan Alalak Selatan, Selasa (23/6).

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Kalsel, Wahyu Widyo Nugroho mengatakan verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan berbagai inovasi yang telah dipaparkan sebelumnya benar-benar berjalan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Yang kami lihat bukan hanya administrasi, tetapi implementasi inovasi di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bank Sampah Lansia karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wahyu, penilaian lomba mencakup tiga aspek utama, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Ditambah inovasi unggulan yang dikembangkan masing-masing kelurahan.

Selain Bank Sampah Lansia, tim juga meninjau pelayanan publik berbasis WhatsApp serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Direktur Bank Sampah Lansia Alalak Selatan, Marhamah menjelaskan program tersebut baru berdiri pada September 2024. Awalnya hanya diikuti sekitar 15 lansia peserta Posyandu Lansia Sehat Senyum Ceria. Dari ide sederhana mengajak lansia membawa sampah anorganik untuk ditabung, program ini berkembang pesat. Kini jumlah nasabah telah menembus lebih dari 100 orang. Tidak hanya lansia, tetapi juga warga umum hingga ASN. “Awalnya hanya belasan orang. Sekarang nasabahnya sudah lebih dari 100 orang. Tidak hanya lansia, tetapi juga warga sekitar hingga ASN ikut menabung sampah,” katanya.

Manfaat yang dirasakan tidak hanya dari sisi ekonomi. Lingkungan yang sebelumnya dipenuhi sampah, kini menjadi lebih bersih dan tertata. Area layanan yang semula hanya beberapa RT, kini telah berkembang hingga mencakup tujuh RT. Bahkan bagi sebagian lansia, tabungan sampah menjadi tambahan penghasilan yang dapat dicairkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Meski demikian, tantangan masih ada. Pengelola terus melakukan edukasi kepada nasabah agar memilah dan membersihkan sampah sebelum disetor, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Lurah Alalak Selatan, Muhammad Liqa Syuhada mengatakan pihaknya memiliki 12 inovasi pelayanan masyarakat. Namun, Bank Sampah Lansia menjadi salah satu program yang paling menonjol, karena mampu memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. “Harapan kami bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membawa Alalak Selatan menjadi juara pertama tingkat provinsi, sehingga dapat mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Bank Sampah Lansia Alalak Selatan 

Prestasi :
* Masuk 3 Besar Lomba Kelurahan Tingkat Kalimantan Selatan 2026. 
* Menjadi salah satu inovasi unggulan yang mendapat perhatian tim verifikasi lapangan Dinas PMD Kalsel. 

Tentang Bank Sampah Lansia :
* Berdiri sejak September 2024. 
* Digagas dari kegiatan Posyandu Lansia Sehat Senyum Ceria. 

Perkembangan Program :
* Awalnya hanya diikuti 15 lansia, dan hanya melayani beberapa RT. 
* Berkembang menjadi program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. 
* Kini menjangkau 7 RT di Alalak Selatan, lebih dari 100 nasabah. 

Dampak Positif :

Lingkungan :
* Mengurangi sampah anorganik. 
* Lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata. 
* Meningkatkan kesadaran warga dalam pengelolaan sampah. 

Sosial :
* Mendorong aktivitas produktif bagi lansia. 
* Memperkuat partisipasi masyarakat. 

Ekonomi :
* Sampah memiliki nilai jual. 
* Menjadi tambahan penghasilan bagi sebagian lansia. 
* Tabungan biasanya dicairkan menjelang Idulfitri. 

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
Prestasi banjarmasin lansia Sampah