Genap satu tahun memimpin Kota Banjarbaru, Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Wartono catat lompatan pembangunan di berbagai sektor.
***
BANJARBARU - Sejak resmi dilantik pada 21 Juni 2025, Lisa - Wartono langsung tancap gas mengimplementasikan visi besar "Banjarbaru EMAS" (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
Hasilnya, dalam waktu yang relatif singkat, arah pembangunan kota tidak hanya terakselerasi, tetapi juga berhasil mengukir tinta emas di level regional maupun nasional.
Berdasarkan data makro pembangunan daerah yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), indikator sosial-ekonomi Kota Banjarbaru menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat impresif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarbaru meroket hingga menyentuh angka 82,20. Capaian ini menempatkan Banjarbaru masuk dalam kategori SANGAT TINGGI, sekaligus mengukuhkan posisinya di peringkat pertama se-Kalimantan Selatan dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
Keberhasilan peningkatan kualitas hidup manusia ini linear dengan pertumbuhan sektor riil. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Banjarbaru tercatat melonjak hingga 6,49 persen. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.
Hebatnya, agresivitas pertumbuhan ekonomi ini berhasil dibarengi dengan pemerataan, yang ditandai dengan penurunan konsisten angka kemiskinan serta penekanan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga ke angka 4,75 persen.
159 Rumah Direhab, Banjir Diredam
Di bawah pilar Banjarbaru Elok, Lisa-Wartono memprioritaskan penataan kawasan permukiman dan mitigasi bencana ekologis. Melalui program inovatif Barakat Gawi Banjarbaru, persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diintervensi secara masif.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 159 unit rumah tidak layak huni berhasil direnovasi menjadi hunian sehat, aman, dan nyaman. Komitmen ini terus berlanjut di tahun 2026 dengan target penanganan 102 rumah yang didanai melalui kolaborasi APBD Kota, perusahaan daerah, serta mitra strategis lainnya.
"Membangun kota yang nyaman berarti menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, penguatan infrastruktur sumber daya air menjadi investasi jangka panjang kami agar Banjarbaru tangguh menghadapi perubahan iklim," ujar Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby.
Untuk meredam risiko banjir, sistem pengendalian air modern dan terintegrasi mulai dibangun. Pemko melakukan normalisasi sungai-sungai utama, perluasan saluran drainase, serta rehabilitasi tanggul.
Proyek strategis seperti peningkatan Embung Gunung Kupang, normalisasi Embung Cempaka, hingga pembangunan kolam retensi baru di Guntung Jingah dan kawasan Puskesmas Kemuning sukses direalisasikan.
Selain itu, pembuatan sumur resapan dan pembenahan drainase di wilayah rawan seperti Sungai Ulin, Guntung Manggis, Palam, dan Landasan Ulin Timur dioptimalkan untuk memastikan aliran air lancar saat musim penghujan tiba.
Indeks SPM Bidang Pendidikan Tertinggi
Melalui pilar Banjarbaru Maju, investasi pada kualitas generasi penerus menjadi perhatian utama. Lewat kebijakan Semangat Bersekolah, Lisa-Wartono memotong mata rantai putus sekolah akibat faktor ekonomi.
Sebanyak 399 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu menerima bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis pada tahun 2025, yang kemudian dilanjutkan bagi 250 siswa pada tahun 2026.
Kerja keras di sektor pendidikan ini membuahkan pengakuan konkret. Banjarbaru sukses meraih Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan tertinggi di Kalimantan Selatan dengan nilai 88,94, sebuah capaian dengan predikat Kategori Tuntas Madya.
Bahkan, di bawah kepemimpinan Lisa, Banjarbaru menorehkan sejarah sebagai kota pertama di Indonesia yang membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman guna menjamin lingkungan belajar bebas perundungan dan ketakutan.
Di sektor kesehatan, program Cepat Tanggap Layanan Kesehatan dan Pencegahan Stunting digenjot melalui penyediaan ambulans gratis, percepatan vaksinasi HPV, Program Satu Juta Vaksin Korpri, hingga skrining intensif penyakit menular (TBC, HIV, dan Hepatitis).
Penguatan posyandu dan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak berhasil menekan angka stunting secara signifikan. Alhasil, Kementerian Kesehatan RI menganugerahi Banjarbaru predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda pada tahun 2025.
Mentaos Jadi Kelurahan Bebas Maladministrasi
Semangat Banjarbaru Adil diterjemahkan melalui reformasi total pelayanan publik yang bersih dan berintegritas. Kelurahan Mentaos mengukir sejarah nasional dengan dinobatkan sebagai Kelurahan Bebas Maladministrasi Pertama di Indonesia, sekaligus menyabet Juara II Nasional Kelurahan Award 2025.
Langkah bersih-bersih ini diikuti oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru yang sukses meraih Predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Tidak berhenti di situ, pada 15 April 2026, Banjarbaru resmi dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah dengan Transformasi Digital Terbaik di Kalimantan Selatan atas keberhasilannya menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan efisien berbasis digital.
UMKM Tumbuh, Angka Pengangguran Ditekan
Pada aspek Banjarbaru Sejahtera, transformasi ekonomi diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan produk lokal.
Hasilnya luar biasa, jumlah UMKM di Banjarbaru tumbuh eksponensial dari 19.507 unit di tahun 2024 menjadi 28.260 unit pada tahun 2025.
Pertumbuhan kuantitas ini diimbangi dengan peningkatan kualitas; sebanyak 895 pelaku UMKM telah mendapatkan pelatihan intensif mulai dari kewirausahaan, digital marketing, branding, sertifikasi halal, hingga manajemen kapasitas usaha.
Untuk menekan angka pencari kerja, Pemko menyelenggarakan Expo dan Job Fair 2026 yang berhasil menyediakan 1.553 lowongan pekerjaan sektor formal.
Sementara untuk menjaga daya beli masyarakat dari guncangan inflasi, program operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah, serta skema subsidi komoditas pokok rutin digelar bersamaan dengan program restorasi lahan produktif bagi para petani.
Kesejahteraan sektor informal pun disentuh melalui pemberian insentif khusus bagi petugas pemakaman, penggali kubur, serta peningkatan kesejahteraan Non-ASN di lingkup Pemkot Banjarbaru
Editor : Arief