RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Setelah sempat digratiskan selama masa uji coba, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali memberlakukan tarif masuk ke kawasan Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh mulai 1 Juni 2026.
Pengunjung kini dikenakan biaya Rp3 ribu untuk anak-anak dan Rp5 ribu bagi orang dewasa.
Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur retribusi kawasan wisata milik pemerintah daerah. Namun, tarif masuk hanya diberlakukan pada akhir pekan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Yuliansyah Effendi mengatakan, penerapan retribusi bukanlah kebijakan baru karena sudah memiliki dasar hukum yang jelas.
“Dasarnya aturan yang memang sudah ada sebelumnya, baik Perwali maupun Perda terkait retribusi kawasan tersebut,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, seluruh pendapatan yang diperoleh dari penjualan tiket masuk akan disetorkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, pembenahan dan pengembangan kawasan wisata tetap terus dilakukan agar semakin nyaman dikunjungi masyarakat.
Yuliansyah menyebut, jumlah kunjungan ke Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh juga menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menambahkan, sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, pekerjaan fisik di dalam kawasan hanya diperbolehkan pada hari kerja. Tujuannya agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat akhir pekan.
“Sabtu dan Minggu tidak boleh ada pengerjaan fisik agar pengunjung bisa menikmati kawasan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat turut menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada agar kawasan tersebut tetap menjadi destinasi edukasi dan rekreasi yang membanggakan bagi Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh, Jannah menuturkan, penerapan tiket masuk diharapkan mampu mendongkrak PAD. Tahun ini, pihaknya menargetkan pemasukan sekitar Rp60 juta dari retribusi kawasan wisata tersebut.
“Selain tiket masuk, fasilitas parkir juga sudah menerapkan sistem berbayar yang dikelola pihak ketiga melalui kerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Ke depan, pengelola juga berencana menambah sejumlah wahana baru untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Jika pengembangan tersebut terealisasi, tidak menutup kemungkinan akan ada biaya tambahan bagi pengunjung yang ingin menikmati wahana tertentu.
“Harapannya kawasan ini semakin ramai dikunjungi dan memberikan kontribusi terhadap PAD,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menilai perkembangan Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh cukup menggembirakan sejak dilakukan pembenahan dan penataan kawasan. Bahkan, jumlah pengunjung terus menunjukkan peningkatan, terutama saat akhir pekan.
"Alhamdulillah, sejak dilakukan perbaikan, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Setiap akhir pekan kawasan ini ramai dikunjungi warga yang ingin berwisata bersama keluarga," ujarnya.
Yamin mengatakan, tarif masuk yang relatif terjangkau, menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat datang ke kawasan tersebut. Dengan tarif yang murah dan jumlah pengunjung yang terus meningkat, pendapatan yang diperoleh juga cukup baik. Bahkan, penerimaan dari retribusi dapat mencapai sekitar Rp16 juta.
"Ini pencapaian yang bagus. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, masyarakat tetap bisa menikmati fasilitas yang ada, sementara daerah juga mendapatkan pemasukan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata," katanya.
Ke depan, Pemko berencana menambah sejumlah wahana rekreasi baru guna meningkatkan daya tarik Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh. Dengan begitu, kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang semakin diminati masyarakat.
"Kami akan terus melakukan pengembangan secara bertahap, termasuk penambahan wahana rekreasi baru agar pengunjung semakin betah dan jumlah kunjungan terus meningkat," pungkasnya.
Editor : Sutrisno