RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Wacana pembinaan anak-anak bermasalah melalui program barak mulai mengemuka di Kota Banjarmasin.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin membuka peluang menerapkan program tersebut sebagai upaya membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda. Namun, sebelum direalisasikan, kebutuhan anggarannya masih dihitung.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengatakan konsep pembinaan di barak bukan ditujukan sebagai bentuk hukuman. Program tersebut lebih diarahkan untuk memberikan pendidikan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada anak-anak yang dinilai memerlukan pembinaan khusus.
“Tujuannya bukan menghukum. Kita ingin memberikan pendidikan karakter dan kedisiplinan agar anak-anak memiliki arah yang lebih baik untuk masa depannya,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Ketua DPC Gerindra Banjarmasin ini, Pemko masih mematangkan konsep pelaksanaan program tersebut. Selain mekanisme pembinaan, aspek pembiayaan juga menjadi perhatian utama sebelum program direalisasikan.
“Anggarannya masih kita hitung. Yang jelas program ini masih dalam tahap pembahasan dan tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan,” terangnya.
Ia menilai pembinaan karakter menjadi langkah penting untuk mencegah anak-anak terjerumus ke perilaku negatif. Karena itu, pola pembinaan yang disiapkan nantinya diharapkan mampu membentuk mental dan kepribadian mereka ke arah yang lebih baik.
“Yang kita pikirkan adalah masa depan anak-anak itu sendiri. Mereka harus dibina agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan bertanggung jawab,” tambahnya.
DPRD: Pelaksanaan Harus Tetap Sasaran
Rencana tersebut mendapat dukungan dari DPRD Kota Banjarmasin. Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah melihat program itu bisa menjadi solusi untuk membantu membentuk karakter generasi muda.
Namun, ia meminta pelaksanaannya harus tepat sasaran dan benar-benar dipersiapkan secara matang.
“Kami menyambut baik rencana pembinaan bagi remaja dan anak-anak yang bermasalah. Namun, program ini harus diprioritaskan untuk mereka yang memang benar-benar membutuhkan pembinaan,” ujarnya.
Politisi PKS ini menegaskan, pemerintah harus menyusun program tersebut dengan perencanaan yang jelas, mulai dari sistem pembinaan, tenaga pendamping, hingga dukungan anggaran yang memadai.
“Program ini harus direncanakan dengan matang agar tujuan pembinaan yang diharapkan bisa tercapai dan memberikan manfaat bagi masa depan anak-anak tersebut,” tegasnya.
Ia berharap program yang disiapkan nantinya tidak hanya bersifat sementara. "Tetapi mampu memberikan perubahan perilaku dan karakter yang berkelanjutan bagi para peserta," tandas Aliansyah.
Editor : Sutrisno