RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin masuk dalam jadwal tera meter air yang dilakukan PTAM Bandarmasih selama tahun 2026.
Direktur Operasional PTAM Bandarmasih, Irwan Firmana mengungkapkan, target tera ulang meter air pada tahun ini mencapai sekitar 33 ribu sambungan rumah.
Hingga pertengahan tahun, tercatat 14.098 meteran air atau sekitar 43 persen dari total target telah berhasil diperiksa sejak Januari 2026.
Lebih lanjut, Kecamatan Banjarmasin Selatan masuk dalam jadwal tera ulang meter air selama Juni 2026.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran meliputi Jalan Rantauan Timur, Jalan Rantauan Barat, Jalan RK Ilir, Jalan KS Tubun, Jalan Pekauman, Jalan 9 Oktober Jalur Kuning, hingga Jalan Kelayan B dan sekitarnya.
Menurutnya, program tersebut bertujuan memastikan tingkat akurasi meter air pelanggan tetap sesuai standar.
Melalui proses tera ulang, setiap meteran diperiksa untuk mengetahui tingkat kelayakan dan akurasinya.
“Meteran yang memiliki tingkat kepercayaan antara 0 sampai 5 persen masih dinyatakan layak digunakan. Kalau hasilnya di bawah atau di atas batas itu, maka akan kami ganti,” ujarnya. Jumat (12/6/2026).
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Irwan menyebut tera ulang juga memberikan dampak efisiensi terhadap anggaran perusahaan.
Pasalnya, PTAM tidak lagi melakukan penggantian meteran secara otomatis hanya berdasarkan usia pakai.
Sebelumnya, meteran yang telah berusia lima tahun umumnya langsung diganti dengan unit baru yang nilainya mencapai sekitar Rp580 ribu per unit.
Kini, penggantian hanya dilakukan setelah meteran dinyatakan tidak layak berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Tidak semua meteran berusia lima tahun harus diganti. Bahkan ada meteran yang sudah berumur 10 tahun dan masih berfungsi dengan baik. Karena itu tera ulang menjadi solusi untuk memastikan kelayakan alat sekaligus menghemat biaya operasional,” jelasnya.
Melalui kebijakan tersebut, PTAM Bandarmasih memperkirakan dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp300 juta dibanding pola penggantian meteran secara menyeluruh seperti sebelumnya.
Sementara itu, Supervisor Humas PTAM Bandarmasih, Murjani meminta pelanggan memberikan kemudahan akses kepada petugas saat pelaksanaan tera ulang berlangsung.
“Pastikan lokasi meter air tidak terkunci atau terhalang sehingga petugas bisa menjalankan tugas dengan lancar,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pelanggan juga diminta mewaspadai kemungkinan adanya oknum yang mengatasnamakan petugas PTAM saat kegiatan berlangsung.
Menurutnya, seluruh petugas resmi yang melakukan tera ulang dilengkapi atribut dan identitas perusahaan yang jelas.
“Pelanggan perlu memastikan petugas menggunakan seragam resmi, membawa ID Card, surat tugas, dan perlengkapan tera meter,” tegasnya.
Apabila menemukan hal yang mencurigakan atau petugas yang tidak dapat menunjukkan identitas resmi, pelanggan diimbau segera melaporkannya kepada PTAM Bandarmasih untuk ditindaklanjuti.
Editor : Arif Subekti