Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Belasan Tahun Langganan Kebanjiran, Warga Jalan Prona II Banjarmasin Mengeluh ke DPRD Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:17 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar memimpin rapat bersama perwakilan warga RT 26 Prona II dan Dinas PUPR Kota Banjarmasin di ruang Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar memimpin rapat bersama perwakilan warga RT 26 Prona II dan Dinas PUPR Kota Banjarmasin di ruang Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Warga Kompleks Prona II RT 26 Kelurahan Pemurus Dalam akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Setelah sekitar 13 tahun mengeluhkan jalan lingkungan yang kerap terendam saat air pasang atau rob, aspirasi mereka mulai mendapat respons dari pemerintah.

Keluhan itu disampaikan perwakilan salah seorang warga bernama Syaiful Bob dalam rapat bersama DPRD Kota Banjarmasin dan Dinas PUPR, Kamis (11/6/2026). Banjir rob sudah menjadi persoalan tahunan yang belum pernah mendapat penanganan berarti.

Menurutnya, kondisi jalan yang rendah membuat air pasang mudah masuk ke kawasan permukiman. Tak hanya menggenangi jalan, air juga kerap masuk ke rumah-rumah warga.

"Kalau air pasang tinggi, jalan dan rumah warga ikut terendam. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 13 tahun," ujarnya.

Dampaknya dirasakan sekitar 510 warga yang bermukim di kawasan tersebut. Dari total 10 gang yang ada, lima di antaranya menjadi titik yang paling sering terdampak banjir rob.

Bahkan saat genangan cukup tinggi, sebagian warga terpaksa mengungsi sementara ke langgar. 

"Kadang ada warga yang tidur di langgar saat rumahnya kemasukan air. Itu yang membuat kami terus berupaya mencari solusi," katanya.

Melalui DPRD, warga kemudian menyampaikan aspirasi agar pemerintah segera melakukan penanganan. Salah satu usulan yang diajukan adalah peninggian badan jalan agar tidak lagi menjadi jalur masuk air pasang ke kawasan permukiman.

Dari hasil rapat, kata Syaiful, pemerintah memberikan sinyal positif terhadap usulan tersebut. Penanganan direncanakan melalui anggaran perubahan tahun ini dan dapat dilanjutkan pada anggaran berikutnya apabila masih terdapat kekurangan.

"Solusi yang disampaikan tadi berupa peninggian jalan lingkungan sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Harapannya, saat rob datang air tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga," tuturnya.

Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Komisi III DPRD Kota Banjarmasin dengan memanggil Dinas PUPR serta perwakilan warga untuk membahas langkah penanganan yang memungkinkan dilakukan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar mengatakan keluhan warga memang layak mendapat perhatian karena infrastruktur di kawasan tersebut sudah cukup lama tidak tersentuh pembangunan.

"Warga sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, namun belum terealisasi. Dari informasi yang kami terima, sekitar 10 sampai 12 tahun kawasan itu belum mendapat penanganan," ujarnya.

Politikus muda Golkar itu menjelaskan, hasil rapat mengarah pada upaya penanganan melalui anggaran perubahan tahun ini. Namun, realisasi pekerjaan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Kami berharap pekerjaan ini bisa masuk pada anggaran perubahan. Jika belum memungkinkan seluruhnya, setidaknya sebagian gang yang menjadi prioritas bisa dikerjakan lebih dulu, kemudian dilanjutkan pada anggaran berikutnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandy Wijaya memastikan pihaknya telah melakukan survei lapangan dan menyiapkan rencana penanganan untuk kawasan tersebut.

Menurut Chandra, genangan yang terjadi bukan disebabkan drainase yang tidak berfungsi, melainkan karena elevasi jalan yang terlalu rendah sehingga mudah tergenang saat air pasang.

"Permasalahan utama di sana adalah banjir rob. Karena itu solusi yang disiapkan bukan drainase, tetapi peninggian badan jalan," katanya.

Mantan Kepala Dinas Perkim Banjarmasin ini menjelaskan, peninggian jalan akan dilakukan menggunakan konstruksi beton setelah pemasangan lapisan pondasi terlebih dahulu. Ketinggian jalan diperkirakan bertambah sekitar 15 hingga 20 sentimeter.

"Dengan jalan yang lebih tinggi, kami berharap genangan saat rob bisa berkurang dan akses warga tidak lagi terganggu," tutup Chandra.

Editor : M Oscar Fraby
#DPRD Banjarmasin #Banjir Rob #pupr