RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Distribusi makan bergizi gratis (MBG) ke SDN Karang Mekar 1 dan 5 Banjarmasin sempat macet selama dua hari, tepatnya pada Senin 8 Juni dan Selasa 9 lalu.
Kepala Sekolah SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin, Rusmina membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, situasinya sempat dijelaskan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekapuran Raya selaku dapur yang melayani penerima manfaat.
Ia membeberkan, saat itu sempat memberitahu belum bisa menyalurkan MBG ke pihak sekolah, karena terkendala pencarian dana dari pusat.
“Alasannya memang seperti itu. Bahkan sempat diberitahu sampai waktu yang tidak ditentukan. Alhamdulillah cuman dua hari saja,” ujarnya. Rabu (10/6/2026).
Di lingkungan sekolah, tampak aktivitas program MBG kembali berjalan normal. Sejumlah siswa juga kembali menyantap makanan yang dibungkus khas menggunakan ompreng stainless tersebut.
Berdasarkan unggahan terakhir akun Instagram resmi SPPG Pekapuran Raya hari ini, dapur tersebut melayani sedikitnya empat kelompok penerima manfaat.
Mereka adalah SDN Karang Mekar 1, SDN Karang Mekar 5, SMA 2 Muhammadiyah Banjarmasin, serta kelompok penerima manfaat yang tercantum sebagai 3B.
Pada distribusi terakhir yang dipublikasikan, total makanan yang diproduksi mencapai 1.250 porsi yang terdiri dari 609 porsi kecil dan 641 porsi besar.
Kepala SPPG Pekapuran Raya, Wira Hayani membenarkan distribusi MBG sempat terhenti selama dua hari, seperti yang disampaikan pihak SDN Karang Mekar 1.
Senada, dijelaskannya, saat itu kendalanya yakni pencarian dana dari pusat, sehingga dapur tidak bisa beroperasi dan menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah penerima manfaat.
“Iya, (kendala pencarian dana dari pusat),” sebutnya.
Ia menegaskan, kendala distribusi MBG hanya sempat berlangsung dua hari akibat itu. Saat ini, SPPG dipastikan beroperasi seperti biasanya.
“Hari ini kami sudah distribusi kembali,” sampai Wira.
Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Banjarmasin, Cahyadi dan Regional Kalimantan Selatan (Kalsel), Fatimah.
Hingga saat ini, pesan yang ditinggalkan belum mendapatkan respons. Begitupun upaya sambungan telepon yang telah dilakukan.
Editor : M Oscar Fraby