Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

SPMB 2026: Sekolah Pinggiran Banjarmasin Diminta Tonjolkan Keunggulan

Endang Syarifuddin • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:37 WIB
AKTIF: Disdik mendorong sekolah, khususnya di kawasan pinggiran, lebih aktif menonjolkan keunggulan untuk menarik minat pendaftar. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
AKTIF: Disdik mendorong sekolah, khususnya di kawasan pinggiran, lebih aktif menonjolkan keunggulan untuk menarik minat pendaftar. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Sekolah di kawasan pinggiran Kota Banjarmasin jangan hanya menunggu pendaftar datang. Mereka diminta berani menonjolkan berbagai keunggulan yang dimiliki agar mampu menarik minat siswa baru. 
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama,  persaingan antar sekolah dalam menarik peserta didik baru kini semakin terbuka, sehingga strategi promosi menjadi hal yang penting.
"Hari ini kita sudah mulai SPMB gelombang pertama untuk jalur prestasi akademik, nonakademik, dan afirmasi. Secara umum pelaksanaannya berjalan lancar," ujarnya saat meninjau di sejumlah SMP, Rabu (10/6/2026).
Ryan mengakui, tren penurunan jumlah pendaftar sempat terjadi di sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggiran kota pada tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, pihaknya telah memberikan pengayaan kepada para kepala sekolah agar lebih aktif memperkenalkan keunggulan sekolah masing-masing.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki potensi yang bisa dijadikan daya tarik, baik dari sisi prestasi akademik, kegiatan ekstrakurikuler, maupun program unggulan lainnya.
"Kami sudah memberikan pengayaan kepada kepala sekolah tentang bagaimana mem-branding sekolah. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki harus dimunculkan agar masyarakat tahu dan siswa lebih tertarik mendaftar," katanya.
Selain promosi, pelayanan yang baik kepada masyarakat juga menjadi faktor penting. "Sikap ramah dan kesiapan panitia membantu calon peserta didik selama proses pendaftaran dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat," ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan SPMB, Disdik juga menemukan masih banyak orang tua yang memerlukan bantuan untuk menginput data pendaftaran secara daring.
Meski sistem sudah berbasis online, sekolah tetap menyiapkan operator untuk mendampingi warga yang mengalami kesulitan.
"Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang sudah terbiasa mendaftar sendiri lewat handphone, ada juga yang masih memerlukan bantuan dari sekolah," jelasnya.
Salah satu sekolah yang merasakan pentingnya strategi tersebut adalah SMPN 30 Banjarmasin.
Kepala SMPN 30, Norliani, menilai kepercayaan masyarakat terhadap sekolah sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan belajar dan informasi yang berkembang di masyarakat.
"Orang tua biasanya melihat situasi dan kondisi sekolah. Kalau sekolahnya kondusif, tentu mereka lebih tertarik memilih sekolah tersebut. Informasi mengenai proses belajar mengajar, fasilitas hingga kegiatan ekstrakurikuler biasanya juga sudah beredar di masyarakat," ujarnya.
Mantan guru di SMPN 1 Banjarmasin ini menjelaskan,  pihaknya intens melakukan promosi sekolah melalui media sosial (medsos).
Berbagai kegiatan siswa dan prestasi sekolah rutin dipublikasikan melalui akun Instagram sekolah agar masyarakat lebih mengenal keunggulan yang dimiliki.
Ia menyebut kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, futsal, Habsy menjadi salah satu daya tarik di SMPN 30.
Selain itu, cukup banyak calon peserta didik yang mendaftar karena mendapat rekomendasi dari kakak atau kerabat yang lebih dulu bersekolah di sana.
"Harapan kami, anak-anak yang bersekolah di sini memiliki karakter yang kuat. Melalui pembinaan guru-guru, kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik," tambahnya.
Dikatakan, pada SPMB tahun ajaran 2026, SMPN 30 menargetkan menerima 192 peserta didik baru yang akan dibagi dalam enam rombongan belajar dengan kapasitas 32 siswa per kelas.
Hingga hari pertama pendaftaran, tercatat 10 pendaftar melalui jalur afirmasi, sembilan pendaftar jalur prestasi nonakademik, dan lima pendaftar melalui jalur prestasi berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Target kami tetap 192 siswa seperti tahun lalu. Saat ini pendaftar masih didominasi jalur afirmasi dan prestasi. Sementara untuk jalur domisili, sebagian masyarakat masih belum terlalu memahami mekanisme pendaftarannya," jelasnya.
Salah seorang wali murid, Nurul, mengaku lebih memilih datang langsung ke sekolah karena belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran online. Apalagi ini merupakan pengalaman pertamanya mendaftarkan anak ke jenjang SMP.
"Kalau masalah sinyal biasa saja karena dipakai bersamaan. Tapi saya memang lebih nyaman datang ke sekolah karena kurang terbiasa menggunakan gadget," tuturnya. 
Editor : Sutrisno
#Sekolah #banjarmasin